Visualisasi Jalan Salib Paskah di Cililitan: Ajak Umat Dalami Sengsara Kristus dan Renungkan Makna Kebangkitan

Gereja Robertus Bellarminus Cililitan menggelar visualisasi Jalan Salib Paskah, mengajak umat mendalami sengsara Yesus Kristus. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi dan kontemplasi spiritual yang mendalam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Visualisasi Jalan Salib Paskah di Cililitan: Ajak Umat Dalami Sengsara Kristus dan Renungkan Makna Kebangkitan
Gereja Robertus Bellarminus Cililitan menggelar visualisasi Jalan Salib Paskah, mengajak umat mendalami sengsara Yesus Kristus. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi dan kontemplasi spiritual yang mendalam. (AntaraNews)

Visualisasi Jalan Salib diadakan di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang bertujuan mengajak umat Katolik. Umat diajak untuk memasuki masa refleksi mendalam atas sengsara dan wafatnya Yesus Kristus.

Romo Paroki Robertus Bellarminus, Paulus Andri Astanto, menyatakan bahwa visualisasi ini hasil kerja sama panitia Paskah dan Orang Muda Katolik (OMK). Tablo ini menghantar umat memasuki Jumat Agung dengan kontemplasi. Melalui drama visual ini, umat diajak merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk drama visual atau tablo yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus. Perjalanan tersebut menuju penyaliban-Nya, bukan sekadar pertunjukan biasa. Visualisasi ini berfungsi sebagai sarana spiritual untuk merenungkan kasih Allah.

Romo Andri Astanto menjelaskan bahwa visualisasi ini lebih dari sekadar pertunjukan seni. Ini adalah sarana spiritual yang kuat untuk mengajak umat merenungkan kasih Allah yang tanpa batas kepada manusia. Kisah sengsara Yesus menjadi bukti nyata cinta Tuhan yang tidak pernah terputus, bahkan kepada manusia yang berdosa.

Dalam pelaksanaannya, anggota Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Robertus Bellarminus tampil dengan penuh penghayatan. Mereka memerankan setiap adegan dengan penjiwaan yang mendalam. Penjiwaan ini dinilai mampu membawa umat masuk dalam suasana reflektif dan mendalam.

"Anak-anak OMK dengan penuh semangat dan penjiwaan mencoba memainkan peran," jelas Romo Andri. Ia menambahkan, "Ini menjadi sarana yang sangat membantu umat untuk memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih nyata." Kegiatan ini mempersiapkan batin umat secara pribadi.

Inti dari kegiatan ini adalah menyadari bahwa pengorbanan Yesus merupakan wujud kasih Allah yang Maharahim. Kasih tersebut ditujukan bagi seluruh umat manusia. Sebagai penutup, umat bersama-sama memasuki gereja untuk mengantar simbolisasi Yesus yang dimakamkan.

Romo Andri menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi titik awal bagi umat untuk memasuki Trihari Suci. Hati umat ditata dan kehidupan diperbarui melalui peristiwa ini. "Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk bangkit dalam pertobatan sejati dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Romo Andri.

Tema Paskah tahun ini adalah "Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita". Tema ini menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa iman semata. Namun, memiliki dampak nyata dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Tema ini merujuk pada ayat Alkitab 2 Korintus 5:17. Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang hidup di dalam Kristus menjadi ciptaan baru. Mereka meninggalkan kehidupan lama dan memasuki kehidupan yang diperbarui. Kebangkitan ini dipandang sebagai awal perubahan signifikan.

Pembaruan ini mencakup ajakan untuk meninggalkan pola hidup lama yang tidak selaras dengan nilai kasih. Umat diajak membangun kehidupan yang lebih mencerminkan kebaikan dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, tema Paskah 2026 juga menyoroti relasi manusia dengan lingkungan, merujuk pada tanggung jawab merawat ciptaan dalam Kitab Kejadian.

Untuk memastikan kelancaran ibadah Paskah, Polda Metro Jaya mengerahkan personel pengamanan. Sebanyak 4.500 personel disiagakan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pengamanan ini bertujuan untuk perayaan ibadah Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus yang dirayakan pada Jumat (3/8).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan kehadiran personel ini. Ia menyatakan, "Kehadiran personel ini ditujukan untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat." Total kekuatan yang disiapkan mencapai 4.500 personel.

Personel kepolisian ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, dan lokasi pusat kegiatan umat Kristiani. Penempatan ini dilakukan selama perayaan Paskah. Kehadiran polisi di lapangan bukan hanya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa kehadiran polisi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen aparat dalam mendukung kebebasan beribadah. Dengan demikian, umat dapat merayakan Paskah dengan tenang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi