Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, mencatat jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) mencapai 914,07 ribu pengguna per Februari 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam adopsi sistem pembayaran digital di berbagai sektor ekonomi.
Penambahan merchant QRIS selama Januari dan Februari 2026 tercatat sebanyak 37,67 ribu merchant baru di Ciayumajakuning. Peningkatan pesat ini mencerminkan akselerasi adopsi sistem pembayaran digital oleh para pelaku usaha.
Deputi Kepala KPw BI Cirebon, Himawan Putranto, menyatakan bahwa edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan QRIS secara optimal. Upaya ini bertujuan agar penggunaan QRIS semakin luas di Ciayumajakuning.
Advertisement
Advertisement
Pertumbuhan Pesat Merchant QRIS Ciayumajakuning
Jumlah merchant QRIS di wilayah Ciayumajakuning terus menunjukkan tren peningkatan yang positif. Hingga Februari 2026, total merchant telah mencapai 914,07 ribu pengguna. Dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun ini, Januari hingga Februari, tercatat penambahan sebanyak 37,67 ribu merchant baru.
Peningkatan ini menjadi indikator kuat terhadap keberhasilan upaya Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Adopsi QRIS yang meluas menandakan kesiapan pelaku usaha dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk transaksi sehari-hari.
Himawan Putranto menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi adopsi sistem pembayaran digital oleh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi Bank Indonesia untuk mewujudkan ekosistem pembayaran yang efisien dan inklusif.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Transaksi QRIS Berdasarkan Jenis Usaha
Dari sisi jenis usaha, volume transaksi QRIS pada dua bulan pertama tahun 2026 didominasi oleh Usaha Kecil (UKE) dengan pangsa sebesar 49,28 persen. Ini menunjukkan bahwa QRIS sangat efektif menjangkau segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Selain UKE, volume transaksi QRIS juga disumbang oleh kategori Usaha Menengah sebesar 19,77 persen dan Usaha Mikro sekitar 19,34 persen. Kontribusi dari sektor Usaha Besar (UBE) tercatat sebesar 10,58 persen terhadap total volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning.
Sektor BLU/PSO menyumbang sebesar 0,38 persen, sementara kategori lainnya berkontribusi 0,65 persen untuk volume transaksi QRIS di wilayah tersebut. Data ini menggarisbawahi diversifikasi pengguna QRIS di berbagai skala bisnis.
Advertisement
- Usaha Kecil (UKE): 49,28%
- Usaha Menengah: 19,77%
- Usaha Mikro: 19,34%
- Usaha Besar (UBE): 10,58%
- BLU/PSO: 0,38%
- Kategori Lainnya: 0,65%
Advertisement
Rekor Volume dan Nominal Transaksi QRIS
Secara akumulatif, volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning selama periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 41,88 juta transaksi. Angka ini menunjukkan frekuensi penggunaan QRIS yang sangat tinggi oleh masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.
Adapun nominal transaksi QRIS di Ciayumajakuning pada periode yang sama mencapai Rp3,58 triliun. Nilai transaksi yang fantastis ini mencerminkan kontribusi signifikan QRIS terhadap perputaran ekonomi lokal.
Secara spasial, Kota Cirebon menjadi wilayah dengan volume transaksi QRIS tertinggi, menyumbang 54,14 persen dari total transaksi se-Ciayumajakuning. Wilayah lainnya seperti Kabupaten Indramayu menyumbang 19,52 persen, Majalengka 9,79 persen, Kuningan 9,44 persen, serta Kabupaten Cirebon sebesar 7,11 persen.
Advertisement
- Kota Cirebon: 54,14%
- Kabupaten Indramayu: 19,52%
- Majalengka: 9,79%
- Kuningan: 9,44%
- Kabupaten Cirebon: 7,11%
Advertisement
Edukasi Berkelanjutan untuk Pemanfaatan QRIS Optimal
Bank Indonesia Cirebon terus berkomitmen untuk mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Tujuannya adalah guna meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan QRIS secara optimal.
Program edukasi dan sosialisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari cara penggunaan QRIS, keamanan transaksi, hingga manfaatnya bagi pengembangan usaha. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas inklusi keuangan digital.
Himawan Putranto menyatakan bahwa edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan agar penggunaan QRIS semakin luas di Ciayumajakuning. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di sektor pembayaran.
Advertisement
Sumber: AntaraNews