BPBD Sumedang Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor di Tiga Titik Akses Jalan

BPBD Sumedang mengerahkan dua alat berat untuk menangani longsor yang menutup tiga titik akses jalan di wilayah tersebut, ditargetkan normal hari ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Sumedang Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor di Tiga Titik Akses Jalan
BPBD Sumedang mengerahkan dua alat berat untuk menangani longsor yang menutup tiga titik akses jalan di wilayah tersebut, ditargetkan normal hari ini. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, baru-baru ini mengerahkan dua unit alat berat. Pengerahan ini dilakukan untuk menangani material longsor yang menutupi tiga titik akses jalan di berbagai wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat intensitas hujan deras. Insiden ini dilaporkan menutup akses jalan di Lingkar Timur Jatigede, Kadujaya, dan Margalaksana.

Seluruh titik longsor tersebut saat ini sedang dalam proses pembersihan intensif. BPBD Sumedang menargetkan agar akses jalan bisa segera kembali normal dan dapat dilalui kendaraan pada hari ini.

BPBD Sumedang mengambil langkah cepat dengan mengerahkan dua alat berat ke lokasi terdampak. Penggunaan alat berat ini menjadi strategi utama untuk mempercepat evakuasi material longsor yang cukup tebal dan menutupi badan jalan di beberapa titik.

Proses pembersihan dilakukan secara masif untuk memastikan kelancaran lalu lintas segera pulih. Petugas gabungan juga turut diterjunkan ke lapangan untuk membantu penanganan.

Kehadiran tim gabungan ini penting untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi longsor. Mereka juga berupaya keras agar seluruh akses jalan dapat kembali normal pada hari ini.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengungkapkan bahwa longsor yang menutup jalan di Desa Margalaksana merupakan longsor susulan. Kejadian ini terjadi pada Kamis malam di tebing setinggi 20 meter.

Tebing tersebut sebelumnya sudah dalam kondisi labil akibat hujan deras yang terus-menerus. Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi semakin labil, sehingga material tanah dan bebatuan kembali menutup badan jalan.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Dony telah memerintahkan jajaran terkait untuk memasang terpal pada tebing tersebut. Pemasangan terpal ini bertujuan untuk mengurangi resapan air hujan.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya longsor susulan di lokasi yang sama. Upaya mitigasi terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi