Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Capai 17 Jiwa, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

Insiden kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi mengakibatkan 17 korban luka-luka, dengan sebagian besar mengalami luka serius. Polisi terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran SPBE Cimuning Bekasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Capai 17 Jiwa, Polisi Selidiki Penyebab Insiden
Insiden kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi mengakibatkan 17 korban luka-luka, dengan sebagian besar mengalami luka serius. Polisi terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran SPBE Cimuning Bekasi. (AntaraNews)

Sebuah insiden kebakaran hebat melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (02/4). Peristiwa nahas ini menyebabkan setidaknya 17 orang menjadi korban luka-luka, termasuk warga sekitar dan pekerja SPBE yang tengah bertugas.

Kapolres Metro Kota Bekasi Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih dan diberikan kesembuhan dari luka-luka yang dialami.

Penyelidikan intensif masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Tim laboratorium forensik (Labfor) telah diterjunkan ke lokasi kejadian guna membantu proses pendalaman kasus tersebut.

Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi bahwa data sementara menunjukkan 17 korban akibat kebakaran SPBE Cimuning Bekasi. Beberapa korban mengalami luka bakar serius dengan persentase di atas 50 persen dan memerlukan perawatan intensif.

Mayoritas korban adalah warga yang tinggal di pemukiman relatif dekat dengan area SPBE Cimuning. Dua korban lainnya merupakan pekerja yang sedang bertugas di lokasi kejadian saat insiden terjadi, menambah daftar korban luka.

Meskipun demikian, beberapa korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan. Pihak kepolisian terus memantau kondisi para korban dan mendoakan kesembuhan mereka agar bisa beraktivitas kembali.

Proses penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung secara intensif oleh tim kepolisian. Tim Labfor dilibatkan untuk mendalami penyebab pasti insiden kebakaran SPBE Cimuning Bekasi yang merugikan banyak pihak.

Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas yang kemudian memicu ledakan besar. Sifat gas yang mengikuti arah angin memperparah dampak kebakaran, menyebabkan api cepat menyebar ke area sekitar.

Pihak kepolisian juga tengah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan menyeluruh terus dilakukan untuk memastikan kronologi dan faktor pemicu kebakaran tragis ini.

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Sejumlah rumah, kontrakan, toko, warung, fasilitas publik, hingga gudang rongsok mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terjadi bervariasi dari sedang hingga parah, terutama di area depan SPBE yang terdampak paling parah. Beberapa kendaraan roda empat yang sedang menunggu pengisian juga ikut hangus terbakar dalam insiden ini.

Kapolres Kusumo Wahyu Bintoro menyoroti kedekatan area SPBE dengan pemukiman warga. Ia menyebutkan bahwa hal ini perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan dinas terkait untuk evaluasi dan peninjauan ulang tata ruang.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang regulasi pembangunan di sekitar fasilitas berbahaya. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi