BSI Optimistis Pengumpulan ZISWAF Meningkat Signifikan di Tahun 2026

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan keyakinannya terhadap peningkatan **pengumpulan ZISWAF** pada tahun 2026, didukung oleh inovasi digital dan basis nasabah yang luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BSI Optimistis Pengumpulan ZISWAF Meningkat Signifikan di Tahun 2026
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan keyakinannya terhadap peningkatan **pengumpulan ZISWAF** pada tahun 2026, didukung oleh inovasi digital dan basis nasabah yang luas. (AntaraNews)

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan optimisme tinggi terhadap peningkatan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) pada tahun 2026. Tren positif ini didukung oleh berbagai inovasi serta perluasan kanal pembayaran. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa angka pengumpulan ZISWAF bulanan di tahun 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, BSI berhasil mengumpulkan donasi ZISWAF hingga Rp236 miliar dari total 10,5 juta transaksi. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap BSI sebagai fasilitator penyaluran donasi. Angka ini juga menjadi dasar kuat optimisme BSI untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Kenaikan tren ini tidak lepas dari pertumbuhan basis nasabah BSI yang kini mencapai 23 juta. Perseroan juga menyediakan kemudahan layanan ZISWAF melalui 1.130 kantor cabang offline. Selain itu, kanal e-channel seperti ATM, QRIS, BYOND by BSI, dan BSI Mobile turut mendukung aksesibilitas.

Komitmen BSI untuk memperluas dampak sosial melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZISWAF terus diperkuat. Penguatan layanan digital, khususnya superapps BYOND by BSI, menjadi fokus utama. Platform ini menawarkan kemudahan serta aksesibilitas bagi para donatur. Inovasi digital ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan kolaborasi strategis dengan 628 mitra lembaga ZISWAF. Kemitraan ini berperan penting dalam memperluas jangkauan program ZISWAF. Kerjasama ini juga mencerminkan ekosistem filantropi Islam yang semakin kuat. Hal ini menunjukkan upaya BSI dalam membangun sinergi.

Dalam kurun lima tahun terakhir, BSI telah menghimpun total Rp545,46 miliar zakat melalui aplikasi digitalnya. Angka ini berasal dari 45 juta transaksi yang tercatat. BSI kini memiliki superapps BYOND by BSI, bukan lagi sekadar mobile banking. Ini menjadi bukti adopsi teknologi yang masif.

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyoroti potensi zakat nasional. Menurutnya, potensi pengumpulan zakat di Indonesia dapat mencapai Rp327 triliun per tahun. Angka fantastis ini menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam yang belum sepenuhnya tergali. Optimalisasi pengumpulan zakat dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan.

Potensi zakat tersebut berasal dari beragam sektor ekonomi. Zakat pertanian diperkirakan Rp19 triliun, sementara zakat peternakan Rp9,5 triliun. Zakat tabungan deposito mencapai Rp58 triliun, dan zakat pendapatan serta jasa Rp139 triliun. Selain itu, zakat ASN Rp9 triliun, zakat pendapatan individual Rp129 triliun, dan zakat korporasi Rp99 triliun turut berkontribusi.

BAZNAS memberikan apresiasi tinggi kepada BSI atas kontribusinya. BSI berhasil mendorong pengumpulan zakat korporasi dan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) hingga Rp271 miliar pada tahun 2025. Kontribusi BSI dalam lima tahun terakhir sangat luar biasa. Khususnya dalam pengelolaan zakat, BSI menyumbang 19,12 persen terhadap pengumpulan zakat BAZNAS Pusat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi