Program National Multiplication Training Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning (NMT LEAP) 2026 telah resmi diluncurkan dengan tujuan signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Inisiatif ini berfokus pada penguatan daya saing kampus melalui penyediaan 2.500 sertifikasi digital bagi perguruan tinggi. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen untuk membekali pemimpin institusi dengan keterampilan yang relevan di tengah dinamika global.
Kegiatan NMT LEAP 2026 dirancang secara khusus untuk mendorong kepemimpinan yang adaptif, dengan menekankan pada kelincahan (agility), empati, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Josua Tarigan, Ph.D., selaku Ketua Panitia NMT LEAP 2026, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons terhadap kebutuhan akan pemimpin yang mampu berinovasi. Ini penting untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang terus berkembang.
Program bergengsi ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya dan Universitas Surabaya (Ubaya). Dukungan kuat datang dari Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD), Universitas Potsdam, Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan (BMZ), serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek).
Advertisement
Advertisement
Fokus pada Kepemimpinan Adaptif dan Teknologi Digital
NMT LEAP 2026 secara fundamental bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan transformasional di lingkungan perguruan tinggi. Program ini membekali para pemimpin kampus dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya agility dan empati dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, institusi pendidikan dapat lebih responsif terhadap perubahan cepat yang terjadi di sektor teknologi dan industri.
Salah satu keunggulan utama program ini adalah pemberian 2.500 sertifikasi IC3 Digital Literacy berstandar global dari International Test Center (ITC). Sertifikasi ini berfungsi untuk memvalidasi kompetensi digital sumber daya manusia di kampus, memastikan bahwa staf dan pengajar memiliki keterampilan esensial yang dibutuhkan di era digital. Sertifikasi ini menjadi bukti nyata peningkatan kapasitas digital.
Selama fase pelaksanaan di Surabaya, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendalami pembelajaran berbasis teknologi. Mereka mengunjungi Petra Digital Institute, yang dilengkapi dengan platform eJourney terintegrasi dengan Canvas Learning Management System (LMS) dan fitur kecerdasan buatan. Pengalaman ini memberikan wawasan praktis tentang bagaimana teknologi dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar dan manajemen kampus.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Strategis Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi
Program NMT LEAP 2026 merupakan hasil dari kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga internasional. UK Petra dan Ubaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini, yang melibatkan 25 pemimpin perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini menciptakan forum pertukaran ide dan praktik terbaik dalam kepemimpinan pendidikan.
Dukungan dari DAAD, Universitas Potsdam, dan BMZ menggarisbawahi pentingnya kerja sama internasional dalam memajukan pendidikan tinggi. Kontribusi dari Kemdiktisaintek, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, juga menegaskan relevansi program ini dengan agenda nasional. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
Selain kunjungan ke Petra Digital Institute, Ubaya berkontribusi melalui kegiatan pembanding perguruan tinggi (university benchmarking). Peserta diajak mengunjungi UBAYA LIFe (Life Science Integrated Facility) yang mengusung tema unggulan “Aging Wellness”. Ini memberikan perspektif tentang inovasi dan pengembangan fasilitas riset yang dapat mendukung keunggulan kampus.
Advertisement
Advertisement
Dorong Transformasi dan Keberlanjutan Institusi
Wakil Rektor I Ubaya, Prof. Maria Goretti M. Purwanto, menegaskan bahwa program NMT LEAP 2026 tidak hanya berfokus pada aspek teoretis. Program ini juga membekali peserta dengan kemampuan manajemen perubahan yang aplikatif. Tujuannya adalah agar para pemimpin perguruan tinggi mampu memastikan keberlanjutan institusi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kemdiktisaintek, Prof. Khairul Munadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Beliau memuji keberhasilan UK Petra dan Ubaya dalam berkolaborasi dan meraih hibah NMT LEAP dari Pemerintah Jerman. Kolaborasi strategis ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kepemimpinan transformasional di kampus, terutama di tengah perubahan global.
Prof. Khairul Munadi juga menambahkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya harus unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menjadi pusat solusi melalui gerakan kampus berdampak. Keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana para pemimpin mampu menggerakkan perubahan dan menerjemahkan pembelajaran menjadi aksi nyata yang visioner serta kolaboratif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews