Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Erupsi terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, pukul 13.13 WIT. Kolom abu teramati setinggi sekitar 600 meter dari atas puncak gunung tersebut, atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan erupsi ini. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang yang condong ke arah tenggara.
Erupsi Gunung Ibu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 48 detik. Status aktivitas vulkanik gunung berapi itu berada pada Level II atau Waspada.
Advertisement
Advertisement
PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus dipatuhi masyarakat dan wisatawan demi keselamatan. Masyarakat sekitar gunung diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, PVMBG melaporkan terdapat perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara yang juga harus dihindari. Area ini merupakan zona berbahaya yang berpotensi terdampak langsung letusan.
Apabila terjadi hujan abu vulkanik, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung diri. Masker untuk hidung dan mulut, serta kacamata, sangat dianjurkan guna melindungi mata dari iritasi.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif di masyarakat. Warga diminta untuk tidak menyebarkan hoaks dan tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya.
Warga diimbau untuk selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas Gunung Ibu. Informasi yang akurat dan terpercaya sangat penting dalam situasi kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici. Koordinasi ini penting untuk memperoleh informasi terkini terkait dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Advertisement
Advertisement
Gunung Ibu menunjukkan aktivitas vulkanik yang intensif dalam sepekan terakhir. Hingga Minggu malam, tercatat gunung api ini telah mengalami 29 kali erupsi.
Indonesia berdiri di atas hamparan "Cincin Api Pasifik" (Ring of Fire), yakni sabuk tektonik paling aktif di dunia. Secara geografis, wilayah Indonesia adalah titik temu raksasa bagi tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Gesekan lempeng-lempeng tersebut melahirkan banyak gunung berapi yang abu vulkaniknya menyuburkan tanah. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana geologi yang tinggi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews