Gubernur Khofifah Ajak Warga Riyayan Idul Fitri di Grahadi dan Jemursari, Perkuat Silaturahim dan Ekonomi UMKM

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengundang masyarakat untuk tradisi Riyayan Idul Fitri 1447 H di Grahadi dan Jemursari, perkuat silaturahim sekaligus dukung ekonomi UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Ajak Warga Riyayan Idul Fitri di Grahadi dan Jemursari, Perkuat Silaturahim dan Ekonomi UMKM
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengundang masyarakat untuk tradisi Riyayan Idul Fitri 1447 H di Grahadi dan Jemursari, perkuat silaturahim sekaligus dukung ekonomi UMKM. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengundang seluruh masyarakat untuk mengikuti tradisi Riyayan Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara ini akan diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi dan kediaman pribadi Gubernur di Jemursari guna mempererat silaturahim dan kebersamaan antara pemerintah dan warga Jawa Timur. Inisiatif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemimpin dan rakyatnya.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menyatakan bahwa momentum ini diharapkan dapat memperkuat semangat persaudaraan di wilayah tersebut. Masyarakat diundang untuk hadir dan memanfaatkan kesempatan berharga ini sebagai ajang silaturahim. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga budaya lokal.

Tradisi Riyayan akan berlangsung selama beberapa hari, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan Gubernur Khofifah. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan dampak positif pada perekonomian lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Semua hidangan yang disediakan akan gratis untuk masyarakat.

Jadwal dan Lokasi Riyayan Bersama Gubernur Khofifah

Masyarakat umum memiliki kesempatan untuk bersilaturahim dengan Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi pada 21 Maret 2026. Sesi khusus untuk warga akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ini adalah kesempatan emas bagi warga untuk bertemu langsung dengan pemimpin daerah mereka.

Selanjutnya, tradisi Riyayan akan berlanjut di kediaman pribadi Gubernur Khofifah di Jemursari pada 22 hingga 23 Maret 2026. Acara di Jemursari akan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pertama berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, sementara sesi kedua dijadwalkan pada pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Pulung Chausar menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara optimal agar berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh tamu yang hadir. Pengaturan alur kedatangan tamu dan sistem pengamanan telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan suasana silaturahim yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Memperkuat Silaturahim dan Budaya Ukhuwah

Tradisi Riyayan merupakan bagian integral dari budaya yang senantiasa dijaga oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat. Momentum Idul Fitri dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk merealisasikan tujuan mulia tersebut.

Melalui acara ini, pemerintah daerah berupaya membuka ruang silaturahim yang luas antara pejabat dan warga. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menyampaikan harapan agar kebersamaan dan semangat persaudaraan semakin kuat. Ini mencerminkan komitmen Pemprov Jatim dalam membangun kedekatan dengan rakyatnya.

Kegiatan Riyayan bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga simbol dari upaya berkelanjutan dalam memelihara nilai-nilai kebersamaan. Dengan menjaga tradisi ini, Pemprov Jatim berharap dapat menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Suasana kekeluargaan yang tercipta diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah.

Dampak Ekonomi dan Persiapan Matang

Selain sebagai ajang silaturahim, kegiatan Riyayan Idul Fitri ini juga diharapkan memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Khususnya, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) akan merasakan manfaatnya. Gubernur Khofifah berupaya 'nglarisi' dagangan pelaku usaha UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar Grahadi dan Jemursari.

Masyarakat yang hadir tidak perlu khawatir mengenai hidangan, karena akan disediakan secara gratis dari pedagang kaki lima dan UMKM. Inisiatif ini secara langsung melibatkan pelaku usaha di sekitar Grahadi dan Jemursari. Langkah ini sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan dukungan terhadap usaha lokal.

Pelaksanaan Riyayan juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/3245/SJ tentang Imbauan Halalbihalal dan Open House Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Selain itu, Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (RI) Nomor B-40/MS/HL.00/03/2026 juga menjadi dasar hukum pelaksanaan acara ini. Semua persiapan telah dilakukan secara optimal untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan acara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi