Gubernur Khofifah Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Wujudkan Mudik Lebaran Aman di Jatim

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor demi Mudik Lebaran Aman 1447 H di Jawa Timur, antisipasi cuaca ekstrem, dan layanan prima bagi jutaan pemudik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Wujudkan Mudik Lebaran Aman di Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kesiapsiagaan lintas sektor untuk memastikan Mudik Lebaran Jatim berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan pemudik. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar berbagai sektor. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan mudik Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Khofifah di Surabaya pada Selasa, 17 Maret 2026, menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan akan segera tiba.

Kesiapan ini telah melalui serangkaian rapat koordinasi berlapis, termasuk Apel Ketupat Semeru, guna mematangkan strategi pengamanan dan pelayanan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berharap seluruh persiapan dapat berjalan mulus, sehingga pemudik dapat berkumpul dengan keluarga dalam suasana selamat dan bahagia. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman mudik yang bebas dari kendala dan risiko.

Berdasarkan proyeksi terkini, diperkirakan sebanyak 24,9 juta orang akan memasuki wilayah Jawa Timur selama periode mudik, angka ini setara dengan 17,3 persen dari total pemudik nasional. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan akan memuncak pada 27 Maret 2026.

Kesiapan mudik tidak hanya berpusat pada aspek keamanan lalu lintas, tetapi juga mencakup mitigasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Gubernur Khofifah secara khusus menyoroti risiko banjir dan tanah longsor yang perlu diantisipasi secara maksimal. Oleh karena itu, Pemprov Jatim mengambil langkah proaktif untuk melindungi masyarakat dari ancaman alam.

Sebagai upaya mitigasi, Pemprov Jatim telah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan pada 16 hingga 24 Maret 2026. Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas hujan, khususnya di jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik. Sebelumnya, OMC juga telah dilakukan pada 5 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Gubernur Khofifah berharap, dengan adanya OMC, masyarakat dapat bersilaturahim dengan suasana yang lebih nyaman dan aman, tanpa khawatir terganggu oleh hujan lebat atau bencana lainnya. Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan Jatim diminta berkoordinasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan mitigasi risiko bencana yang lebih efektif. Koordinasi ini krusial untuk penyebaran informasi dan penanganan cepat.

Dalam rangka memberikan kemudahan dan mengurangi beban masyarakat, Pemprov Jatim juga menyediakan program mudik gratis. Program ini diperuntukkan bagi 9.320 orang yang akan menggunakan moda transportasi bus dan kapal laut. Selain itu, fasilitas pengangkutan 200 unit sepeda motor juga disediakan untuk memastikan pemudik dapat membawa kendaraan pribadinya dengan aman dan efisien.

Khofifah berharap layanan yang diberikan dapat semaksimal, sebaik, dan seterjangkau mungkin bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melayani warganya secara menyeluruh. Inisiatif mudik gratis ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalan raya dan menekan angka kecelakaan selama periode mudik.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya konektivitas antar-sektor, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kepala Rumah Sakit Pemprov Jatim agar tetap terjaga. Tujuannya adalah untuk memastikan percepatan layanan dan penanganan jika terjadi insiden. Pelayanan publik juga dipastikan tetap berjalan selama penerapan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas, dengan maksimal 50 persen pegawai yang bekerja dari rumah, demi menjaga kelancaran operasional.

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan mudik yang aman dan lancar. Gubernur Khofifah menekankan bahwa sinergi antara berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga penyedia layanan kesehatan, harus berjalan optimal. Hal ini penting untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang mungkin terjadi selama periode mudik.

Setiap OPD dan pihak terkait diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan setiap aspek perjalanan pemudik terjamin keamanannya. Mulai dari kondisi jalan, ketersediaan rest area, hingga kesiapan fasilitas kesehatan di sepanjang jalur mudik. Kesiapsiagaan ini mencakup respons cepat terhadap setiap situasi darurat yang mungkin muncul.

Dengan adanya koordinasi yang solid dan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik Lebaran 1447 H di Jawa Timur dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta dengan tenang dan gembira. Upaya kolektif ini merupakan cerminan komitmen Pemprov Jatim terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi