DLHP Magetan Intensifkan Pengawasan MBG, Pastikan Kualitas Makanan Aman dan Bergizi

Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan gencar lakukan Pengawasan MBG, memastikan setiap makanan bergizi gratis aman dikonsumsi, higienis, dan bersumber dari produk lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLHP Magetan Intensifkan Pengawasan MBG, Pastikan Kualitas Makanan Aman dan Bergizi
Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan gencar lakukan Pengawasan MBG, memastikan setiap makanan bergizi gratis aman dikonsumsi, higienis, dan bersumber dari produk lokal. (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semakin mengintensifkan pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak konsumsi bagi penerima manfaat. Pengawasan ketat ini menjadi bagian penting dalam menjamin keberhasilan program gizi nasional tersebut.

Kepala DLHP Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam penyelenggaraan program MBG sesuai amanat Badan Gizi Nasional (BGN). Peran ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemantauan dapur hingga pengawasan higienitas. Fokus utama adalah memastikan setiap sajian yang diberikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Selain aspek keamanan dan gizi, pemda juga bertanggung jawab penuh untuk memastikan SPPG menggunakan bahan pangan lokal. Hal ini tidak hanya mendukung kualitas makanan, tetapi juga memberdayakan petani, peternak, nelayan, dan UMKM di Magetan. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Peran Penting Pemerintah Daerah dalam Pengawasan MBG

Pemerintah daerah memegang peranan krusial dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat lokal. Menurut Saif Muchlisun, Kepala DLHP Kabupaten Magetan, pemda diamanatkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk aktif terlibat dalam berbagai tahapan program. Peran ini termasuk memantau kondisi dapur SPPG, melakukan inspeksi mendadak, serta memeriksa daftar menu yang disajikan.

Lebih lanjut, pemda juga bertanggung jawab memastikan penggunaan bahan pangan lokal dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM setempat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian daerah melalui program gizi. Ancaman sanksi penutupan akan diberlakukan bagi dapur yang tidak mematuhi ketentuan ini, menunjukkan keseriusan dalam implementasi regulasi.

Saif Muchlisun menambahkan bahwa pemda memiliki wewenang untuk mengirimkan surat rekomendasi penutupan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika ditemukan kondisi dapur yang buruk, tidak higienis, atau bahkan menyebabkan kasus keracunan makanan. Ini adalah mekanisme kontrol untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. Oleh karena itu, DLHP bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan Magetan, terus berupaya agar SPPG beroperasi optimal sesuai aturan yang berlaku.

Jaminan Higiene dan Kualitas Gizi SPPG di Magetan

Aspek higiene dan kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam operasional SPPG di Magetan. Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, mengungkapkan bahwa dari total 60 SPPG, sebanyak 55 di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Dinas Kesehatan Magetan, melalui jajaran di setiap puskesmas, akan secara rutin melakukan survei inspeksi lingkungan. Survei ini bertujuan untuk memantau kebersihan dapur dan memastikan operasional SPPG sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul dari makanan yang tidak higienis.

Rohmat Hidayat berharap agar para ahli gizi di SPPG dapat terus berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini penting agar mereka mampu memproduksi menu MBG yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pendekatan ini memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan tidak hanya aman, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi yang optimal bagi penerima program.

Kolaborasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Magetan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dyah Putri Kustia Dewi, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Magetan, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, yayasan, maupun mitra lainnya. Kolaborasi ini penting dalam penentuan menu dan memastikan kelayakan makanan MBG.

Dyah juga menegaskan komitmen untuk memastikan semua SPPG di Magetan menggunakan pemasok dan bahan baku yang berasal dari lokal Kabupaten Magetan. Kebijakan ini secara langsung memberdayakan petani, peternak, dan UMKM di daerah tersebut. Dengan demikian, tercipta rantai pasok yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Melalui pendekatan ini, Program MBG diharapkan tidak hanya menyasar pada pemenuhan gizi pangan anak, ibu hamil, dan ibu menyusui dalam upaya memberantas stunting. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pembangunan rantai pasok lokal. Ini menciptakan dampak ganda yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Magetan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi