Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyalurkan bantuan ikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Penyerahan ini berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, di LKSA Ummul Iman, Kelurahan Hunggaluwa, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap pemenuhan gizi anak-anak.
Bantuan ikan ini bertujuan utama untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak asuh di berbagai panti asuhan, khususnya dengan menyalurkan ikan cakalang segar. Ikan tersebut berasal langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Program ini juga merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah mendorong konsumsi ikan di masyarakat secara berkelanjutan.
Penyaluran **bantuan ikan LKSA Gorontalo** ini menjangkau 33 panti asuhan atau LKSA yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Total penerima manfaat mencapai 903 anak asuh, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung kesejahteraan serta pemenuhan nutrisi anak-anak di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Berkelanjutan Pemprov Gorontalo
Program penyaluran bantuan ikan ini bukanlah hal baru bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, melainkan merupakan inisiatif yang telah berjalan rutin. Wakil Gubernur Idah Syahidah mengungkapkan bahwa program serupa telah dilaksanakan selama kurang lebih sepuluh tahun. Meskipun sempat terhenti pada tahun tertentu karena kondisi yang tidak dapat dihindari, semangatnya tetap dipertahankan.
Kegiatan ini pada dasarnya merupakan kelanjutan dari inisiatif Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) yang sebelumnya aktif secara nasional. Walaupun program Forikan secara nasional tidak lagi berjalan seperti dulu, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap mengadaptasi semangatnya. Kini, fokus diarahkan pada program penyaluran ikan untuk anak-anak di LKSA atau panti asuhan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo juga pernah menjalankan program “Fish to School” yang menyalurkan ikan ke sekolah-sekolah hingga wilayah pelosok. Program tersebut memiliki tujuan serupa, yaitu meningkatkan konsumsi ikan bagi anak-anak. Hal ini menunjukkan konsistensi dalam upaya peningkatan gizi dan kesehatan generasi muda di Gorontalo.
Advertisement
Wakil Gubernur berharap **bantuan ikan LKSA Gorontalo** ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan. Selain itu, diharapkan juga mampu meningkatkan asupan gizi anak-anak secara signifikan, yang merupakan investasi penting untuk masa depan generasi muda. Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah daerah.
Advertisement
Detail Penyaluran dan Dampak Gizi
Pada tahap penyaluran bulan pertama tahun anggaran 2026, total bantuan ikan yang didistribusikan mencapai 1.110 kilogram. Bantuan ini tersebar untuk seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, memastikan pemerataan akses gizi. Penyerahan dilakukan secara simbolis sesuai dengan jumlah anak asuh di masing-masing LKSA yang menjadi sasaran program.
Jenis ikan yang disalurkan adalah ikan cakalang yang masih segar, dan langsung berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan sebelum dipasarkan. Ikan cakalang dipilih karena kandungan proteinnya yang tinggi, sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Ini memastikan kualitas dan kesegaran produk yang diterima.
Meskipun jumlahnya disesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Gorontalo. Wakil Gubernur menekankan bahwa ini adalah wujud perhatian kepada LKSA yang ada di daerah. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima untuk meningkatkan kualitas hidup.
Advertisement
Program **bantuan ikan LKSA Gorontalo** tahun anggaran 2026 ini dialokasikan dengan pagu anggaran sebesar Rp50 juta setiap bulan. Anggaran ini berlangsung selama enam bulan, sehingga total mencapai Rp300 juta dalam satu tahun. Ini menunjukkan skala komitmen finansial pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim piatu.
- Pagu anggaran program: Rp50 juta per bulan selama 6 bulan.
- Total anggaran tahunan: Rp300 juta.
- Jumlah LKSA/panti asuhan yang disasar: 33.
- Total penerima manfaat: 903 anak asuh.
- Jumlah ikan didistribusikan tahap pertama: 1.110 kilogram.
Sumber: AntaraNews
Advertisement