Perum Bulog Kanwil Papua telah berhasil membeli dan menampung jagung pipilan dari para petani lokal. Jumlah jagung pipilan yang telah diserap mencapai 85 ton, menunjukkan dukungan Bulog terhadap sektor pertanian di Tanah Papua. Pembelian ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.
Inisiatif ini dilakukan oleh Perum Bulog Kanwil Papua di bawah kepemimpinan Ahmad Mustari, yang menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus menampung hasil panen petani. Petani dari berbagai daerah di Tanah Papua menjadi pemasok utama jagung tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi para petani.
Pembelian dan penampungan ini berlangsung hingga saat ini, seperti yang diungkapkan pada Jumat (13/3). Jagung pipilan ini berasal dari berbagai wilayah di Tanah Papua dan nantinya akan ditampung di gudang sewaan di Jayapura. Tujuan utama pembelian ini adalah untuk mendukung ketahanan pangan dan menyerap hasil panen petani.
Advertisement
Advertisement
Perum Bulog Kanwil Papua menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung petani lokal melalui program penyerapan jagung pipilan. Hingga saat ini, total 85 ton jagung telah berhasil dibeli dari berbagai daerah di Tanah Papua. Inisiatif ini tidak hanya membantu petani mendapatkan harga yang stabil tetapi juga memastikan hasil panen mereka terserap dengan baik.
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menegaskan bahwa pihaknya siap menampung berapapun banyak jagung pipilan yang dihasilkan petani. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada para petani bahwa hasil kerja keras mereka akan memiliki pasar yang pasti. Program Bulog Papua Beli Jagung Pipilan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.
Untuk mendukung kapasitas penampungan, Bulog Papua berencana menyewa gudang di Jayapura. Proses penjajakan terkait harga sewa gudang tersebut sedang berlangsung. Langkah strategis ini penting untuk memastikan seluruh jagung yang dibeli dapat disimpan dengan baik sebelum didistribusikan lebih lanjut.
Advertisement
Harga pembelian jagung pipilan dari petani ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Harga ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani, sekaligus mendorong peningkatan produksi jagung di wilayah Papua. Bulog Papua Beli Jagung Pipilan dengan standar kualitas tertentu, terutama terkait bebas aflatoksin.
Advertisement
Jagung pipilan yang diserap oleh Bulog Papua berasal dari beberapa wilayah, menunjukkan cakupan program yang luas.
- Jayapura: 44,7 ton
- Manokwari: 18,7 ton
- Fakfak: 927 kg
- Sorong: 350 kilogram
- Merauke: 5,5 ton
- Timika: 1,4 ton
- Nabire: 14 ton
Jagung pipilan yang telah dibeli oleh Bulog Papua memiliki tujuan pemanfaatan yang jelas. Komoditas ini nantinya akan digunakan untuk pakan ternak atau diolah menjadi tepung jagung, tergantung pada permintaan pasar. Fleksibilitas ini memungkinkan Bulog untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan pangan.
Advertisement
Pemanfaatan jagung ini secara langsung berkontribusi pada ketahanan pangan dan ketersediaan pakan di wilayah Papua. Dengan Bulog Papua Beli Jagung Pipilan, pasokan bahan baku untuk industri terkait menjadi lebih terjamin. Hal ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Namun, Bulog Papua memiliki standar kualitas yang ketat dalam penyerapan jagung. Ahmad Mustari menekankan bahwa jagung yang ditampung harus bebas dari aflatoksin. Aflatoksin adalah racun berbahaya yang dihasilkan oleh jamur tertentu, seperti Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, yang dapat tumbuh pada jagung, kacang tanah, dan biji kapas.
Persyaratan bebas aflatoksin ini sangat krusial untuk menjamin keamanan produk, baik untuk pakan ternak maupun konsumsi manusia jika diolah menjadi tepung. Dengan menjaga kualitas, Bulog memastikan bahwa program Bulog Papua Beli Jagung Pipilan tidak hanya berorientasi pada kuantitas tetapi juga pada keamanan dan kesehatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews