1.500 Tenaga Pendidik Cianjur Kembalikan Tamsil Setelah Tunjangan Profesi Guru Cair

Sebanyak 1.500 tenaga pendidik di Cianjur mengembalikan dana tambahan penghasilan (tamsil) ke Pemkab Cianjur. Pengembalian Tamsil Guru Cianjur ini terjadi setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari pemerintah pusat akhirnya dicairkan, menyebabkan adanya ke

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
1.500 Tenaga Pendidik Cianjur Kembalikan Tamsil Setelah Tunjangan Profesi Guru Cair
Sebanyak 1.500 tenaga pendidik di Cianjur mengembalikan dana tambahan penghasilan (tamsil) ke Pemkab Cianjur. Pengembalian Tamsil Guru Cianjur ini terjadi setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari pemerintah pusat akhirnya dicairkan, menyebabkan adanya ke (AntaraNews)

Sekitar 1.500 tenaga pendidik di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mengembalikan dana tambahan penghasilan (tamsil) kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur. Pengembalian ini terjadi setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari pemerintah pusat akhirnya dicairkan. Peristiwa ini menunjukkan komitmen para guru terhadap kesepakatan awal dengan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan konsekuensi dari pencairan TPG yang sempat tertunda. Dana tamsil sebelumnya disalurkan oleh Pemkab Cianjur sebagai bentuk apresiasi. Kini, dana tersebut harus dikembalikan karena adanya pembayaran ganda.

Pengembalian dana tamsil ini melibatkan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh maupun paruh waktu. Mereka yang telah menerima TPG di tahun 2025 menjadi pihak yang wajib mengembalikan. Proses pengembalian dilakukan langsung ke rekening Pemkab Cianjur dengan bukti Surat Tanda Setoran (STS).

Ruhli Solehudin menerangkan bahwa pengajuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan 13 dan 14 pada Tahun Anggaran 2024 dan 2025 kembali dianggarkan. Situasi ini menyebabkan adanya kelebihan pembayaran bagi sejumlah tenaga pendidik di Cianjur. Pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk menalangi dana tamsil sebelum TPG dari pusat cair.

Karena belum ada kepastian pencairan TPG dari pemerintah pusat, Pemkab Cianjur tetap menyalurkan dana tamsil pada tahun 2026. Ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para guru di Cianjur. Namun, kesepakatan awal menyatakan bahwa dana tamsil yang ditutupi Pemkab Cianjur harus dikembalikan jika TPG dari pusat sudah cair.

"Dana tamsil 2025 sudah cair di tahun 2026 sehingga para guru mengembalikan tamsil selama dua bulan yang sudah diterima," ujar Ruhli Solehudin. Kebijakan ini memastikan tidak ada pembayaran ganda kepada para guru. Pengembalian ini mencakup tamsil yang diterima pada Januari dan Februari 2025.

Besaran dana yang dikembalikan oleh setiap guru adalah sekitar Rp240 ribu per bulan. Karena pencairan tamsil dilakukan untuk dua bulan, rata-rata setiap guru mengembalikan sekitar Rp475 ribu. Jumlah ini merupakan akumulasi dari dana tamsil yang diterima pada awal tahun 2025.

Pengembalian dana ini diwajibkan bagi guru yang berstatus PPPK penuh dan paruh waktu. Terutama mereka yang telah menerima pencairan TPG di tahun 2025, meskipun TPG tersebut baru dibayarkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2026. Hingga saat ini, tercatat sudah 1.500 orang guru yang telah mengembalikan dana tersebut kepada Pemkab Cianjur.

Proses pengembalian dana dilakukan secara langsung ke rekening Pemkab Cianjur. Setiap pengembalian harus disertai dengan Surat Tanda Setoran (STS) sebagai bukti sah transaksi. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah menyebarkan surat edaran terkait prosedur ini kepada seluruh tenaga pendidik yang berkewajiban mengembalikan dana.

"Kami hanya menerima STS sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah mengembalikan uang yang sebelumnya di tutupi dari Pemkab Cianjur," tegas Ruhli. Pengembalian tidak dapat diwakilkan atau melalui pihak lain, melainkan harus melalui rekening resmi Pemkab Cianjur. Koordinasi dapat dilakukan melalui koordinator pendidikan di masing-masing wilayah untuk kelancaran proses ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi