Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi membantah keras kabar yang menyebut dirinya tengah bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Luthfi mengatakan lokasi penangkapan fadia pun ia tidak terinfo.
"Enggak. Info dari mana?" ujar Lutfi saat dihubungi awak media di Jakarta, Rabu (4/3).
Ketika dijelaskan bahwa informasi itu disampaikan oleh Fadia Arafiq, Lutfi mengaku tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut. "Ditangkapnya di mana pun kami juga enggak tahu," katanya.
Advertisement
Sebelumnya, Fadia Arafiq terjaring OTT KPK pada (3/3). OTT ini merupakan kali ketujuh di 2026. Fadia terjaring OTT bersama dengan ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian KPK mengumumkan menangkap 11 orang lain dari Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu yang ditangkap adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Mohammad Yulian Akbar.
Advertisement
Sementara itu, KPK mengatakan OTT yang menangkap Fadia Arafiq berkaitan dengan pengadaan outsourcing atau tenaga alih daya pada beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pada 4 Maret 2026, Fadia Arafiq saat muncul dengan mengenakan rompi oranye KPK, mengaku ditangkap lembaga antirasuah di rumah saat bersama dengan Gubernur Jateng Ahmad Lutfi.
"Saat penangkapan, mereka (KPK) menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah," ujar Fadia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu.