Ternyata Ini Alasan Prabowo Undang Mantan Presiden-Wapres hingga Ketum Parpol, Bahas Hal Penting

Teddy menyampaikan, Presiden Prabowo ingin bersilaturahmi dam bertukar pandangan dengan para mantan presiden dan wapres serta tokoh lain.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Ternyata Ini Alasan Prabowo Undang Mantan Presiden-Wapres hingga Ketum Parpol, Bahas Hal Penting
Ternyata Ini Alasan Prabowo Undang Mantan Presiden-Wapres hingga Ketum Parpol, Bahas Hal Penting (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/3). Selain itu, Prabowo juga mengundang para mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan ketua umum partai politik (ketum parpol) yang ada di parlemen.

"Jadi malam ini Bapak Presiden mengundang langsung seluruh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu dan para Menteri Luar Negeri terdahulu, termasuk juga para ketua umum parpol di parlemen," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).

Teddy menyampaikan, Presiden Prabowo ingin bersilaturahmi dam bertukar pandangan dengan para mantan presiden dan wapres serta tokoh lain terkait sejumlah hal. Salah satunya, mengenai kondisi geopolitik.

"Alhamdulillah hampir sebagain besar hadir, untuk diskusi bersilaturahmi saling bertukar pandang. Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," jelas Teddy.

"Semuanya di bahas, nanti karena (pertemuan) belum mulai," sambung dia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, pertemuan ini dihadiri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi. Kemudian, Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wapres ke-11 Boediono, serta Wapres ke-13 Ma'ruf Amin.

Selain itu, tampak Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKS Al Muzzamil, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sejumlah menteri kabinet juga hadir. Mulai dari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rekomendasi