Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum, Widodo, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kesiapan Unila dalam rencana pembukaan kembali Program Studi Magister Kenotariatan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan notaris di wilayah Lampung yang sempat terkendala moratorium sejak tahun 2019.
Pembukaan kembali program studi ini menjadi angin segar bagi calon notaris dan masyarakat Lampung. Widodo menegaskan bahwa tujuan utama adalah mendorong pemerataan jumlah notaris. Hal ini guna memastikan pelayanan profesional dan jujur kepada masyarakat dapat diakses lebih luas.
Pihak Fakultas Hukum Unila telah menunjukkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai. Mereka optimis izin pembukaan program studi dapat segera terealisasi tahun ini. Unila menargetkan penerimaan mahasiswa baru paling lambat akhir Juli 2026, menunggu persetujuan resmi dari kementerian terkait.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Infrastruktur dan Tenaga Pengajar Dukung Prodi Magister Kenotariatan Unila
Dirjen AHU Kementerian Hukum, Widodo, mengapresiasi kesiapan Fakultas Hukum Unila dalam menyambut kembali Prodi Magister Kenotariatan. Pihak fakultas telah memastikan infrastruktur bangunan yang representatif siap digunakan untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Kesiapan ini menjadi salah satu modal utama dalam pengajuan pembukaan kembali program studi tersebut.
Selain fasilitas fisik, dukungan tenaga pengajar juga menjadi perhatian utama dalam pembukaan Prodi Magister Kenotariatan Unila. Dosen-dosen berpengalaman di Fakultas Hukum Unila siap mendidik calon notaris profesional. Kolaborasi dengan alumni yang menjabat di pimpinan organisasi notaris wilayah Lampung turut memperkuat kualitas pengajaran.
Widodo menekankan bahwa pembukaan kembali program ini sangat penting untuk pemerataan jumlah notaris. Hal ini bertujuan agar masyarakat Lampung dapat terlayani dengan lebih baik dan profesional. Proses verifikasi dokumen dari Ditjen AHU dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) saat ini sedang berjalan.
Advertisement
Advertisement
Optimisme Unila Wujudkan Prodi Magister Kenotariatan dan Target Penerimaan Mahasiswa
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, menyatakan pihaknya terus mematangkan persiapan untuk pembukaan Prodi Magister Kenotariatan. Visitasi oleh Ditjen AHU merupakan tahapan penting dalam penilaian kelayakan program studi ini. Lusmeilia menegaskan komitmen kampus dalam menyediakan sarana dan prasarana lengkap serta tenaga pengajar berkualitas.
Proposal pembukaan Prodi Magister Kenotariatan Unila telah diajukan sejak tahun 2009, sehingga ada optimisme tinggi dari pihak fakultas. Mereka berharap izin dapat segera diterbitkan pada tahun ini. Unila menargetkan dapat menerima mahasiswa baru paling lambat akhir Juli 2026, jika proses perizinan berjalan lancar.
Segala persyaratan administrasi, termasuk ketentuan biaya pendidikan (UKT) dan kontribusi lainnya, telah disusun oleh pihak universitas. Pengembangan kurikulum juga dilakukan melalui kerja sama intensif dengan praktisi dari organisasi profesi kenotariatan. Ini memastikan relevansi materi perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja. Lusmeilia berharap proses perizinan berjalan lancar agar prodi Kenotariatan dapat segera menerima mahasiswa baru.
Advertisement
Sumber: AntaraNews