Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Joao Neves, menegaskan bahwa suasana di ruang ganti tim tetap kondusif dan positif, meskipun sempat diwarnai kritik dari rekan setimnya, Ousmane Dembele. Pernyataan ini disampaikan Neves menjelang laga krusial playoff Liga Champions 2025/26 melawan AS Monaco pada Rabu (18/2) mendatang.
Neves berupaya menepis spekulasi mengenai potensi keretakan internal setelah Dembele mengkritik performa tim usai kekalahan dari Rennes. Menurut pemain asal Portugal ini, para pemain PSG tetap percaya diri dan memiliki semangat yang tinggi untuk menghadapi pertandingan penting tersebut.
Kritik Dembele muncul setelah PSG menelan kekalahan 1-3 dari Rennes pada Sabtu (14/2) pekan lalu, yang membuat Lens kembali unggul dalam persaingan ketat perebutan gelar Ligue 1. Namun, Neves menilai komentar Dembele lebih sebagai dorongan untuk bermain kolektif, bukan sebagai bentuk kritik yang memecah belah tim.
Advertisement
Advertisement
Respons Joao Neves Terhadap Kritik Dembele
Joao Neves secara tegas menyatakan bahwa kritik yang dilontarkan Ousmane Dembele bukanlah upaya untuk memecah belah tim, melainkan penegasan akan pentingnya permainan kolektif. Neves memahami bahwa Dembele hanya ingin menekankan kembali filosofi bermain sebagai tim, sebuah kekuatan besar yang telah ditunjukkan PSG musim lalu.
"Saya pikir Ousmane sudah membicarakannya. Dia hanya ingin menegaskan kembali apa yang kami lakukan musim lalu: bermain sebagai tim, secara kolektif," kata Neves, seperti dikutip dari beIN Sports. Ia menambahkan bahwa semangat kolektivitas ini adalah salah satu kekuatan terbesar PSG yang selalu ditunjukkan dalam setiap pertandingan.
Dembele sebelumnya mengutarakan bahwa para pemain PSG tampil lebih individualistik ketimbang sebagai satu kesatuan tim. Ia juga meminta rekan-rekannya untuk menempatkan kepentingan klub di atas ambisi pribadi demi mencapai tujuan bersama.
Advertisement
Meskipun demikian, Neves memastikan bahwa kondisi internal tim tetap solid dan komunikasi antar pemain berjalan baik. "Bila ada yang ingin kami sampaikan kepada pemain tertentu, kami mengatakannya langsung. Saat ini semuanya baik-baik saja,” tegasnya, menunjukkan bahwa tidak ada masalah serius di ruang ganti.
Advertisement
Dukungan Pelatih dan Tantangan Liga Champions
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga menanggapi komentar Dembele dengan santai dan profesional. Ia mengakui bahwa kebisingan di sekitar PSG adalah hal yang lumrah dan harus diterima. "Selalu ada banyak kebisingan di sekitar PSG. Kami harus menerimanya dan itu saja,” ujar Enrique, menunjukkan fokusnya pada persiapan tim.
Laga playoff Liga Champions melawan AS Monaco akan menjadi penentuan langkah PSG menuju babak 16 besar. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat pentingnya kompetisi Eropa bagi kedua tim.
Secara historis, pertemuan antara Monaco dan PSG di kompetisi Eropa ini akan menjadi yang pertama kalinya. Monaco sendiri pernah menghadapi sesama klub Prancis di ajang Eropa, yaitu saat kalah agregat 2-3 dari Marseille pada babak 16 besar Piala UEFA 1998/99.
Advertisement
Sementara itu, PSG memiliki rekor positif yang kuat melawan klub Prancis di kompetisi Eropa. Musim lalu, mereka berhasil menyingkirkan Brest dengan agregat telak 10-0 di babak playoff Liga Champions, menunjukkan dominasi mereka.
Sumber: AntaraNews