KSDA Lampung Pastikan Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Kebun Nanas

Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung mengonfirmasi temuan jejak kaki satwa di perkebunan nanas Kabupaten Lampung Timur adalah Jejak Harimau Sumatera, memicu kewaspadaan di area yang berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KSDA Lampung Pastikan Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Kebun Nanas
Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung mengonfirmasi temuan jejak kaki satwa di perkebunan nanas Kabupaten Lampung Timur adalah Jejak Harimau Sumatera, memicu kewaspadaan di area yang berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas. (AntaraNews)

Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung telah memastikan bahwa jejak kaki satwa liar yang ditemukan di area perkebunan nanas milik PT Great Giant Pineapple (GGP) di Kabupaten Lampung Timur merupakan tapak Harimau Sumatera. Kepastian ini didapat setelah tim melakukan analisis cepat terhadap laporan dari petugas keamanan perusahaan. Penemuan ini menyoroti interaksi antara satwa liar dilindungi dan aktivitas manusia di sekitar habitat alami mereka.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, menjelaskan bahwa analisis dilakukan berdasarkan dokumentasi foto jejak dengan menggunakan pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala. Metode ini memungkinkan identifikasi karakteristik jejak secara akurat. Hasil analisis morfologi jejak ini secara konsisten mengarah pada Harimau Sumatera.

Titik penemuan jejak ini, berdasarkan data koordinat, berada sekitar 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai satwa dilindungi, termasuk Harimau Sumatera. Keberadaan jejak di area yang berbatasan langsung dengan taman nasional ini dianggap sebagai pola pergerakan satwa yang wajar.

Analisis morfologi jejak yang dilakukan oleh KSDA Wilayah III Lampung menunjukkan ciri khas keluarga kucing besar (Felidae). Jejak tersebut memperlihatkan empat jari telapak kaki yang tegas tanpa bekas kuku, sebuah karakteristik unik dari Harimau Sumatera. Selain itu, bantalan tengah telapak kaki tampak besar dengan tiga lekukan di bagian posterior, yang merupakan karakter umum jejak harimau.

Itno Itoyo menegaskan bahwa temuan ini diperkuat oleh faktor lokasi yang sangat dekat dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). TNWK merupakan koridor jelajah penting bagi satwa liar, sehingga pergerakan harimau dewasa ke area perkebunan untuk mencari mangsa, memperluas teritori, atau sekadar melintas adalah perilaku alami.

Keberadaan jejak ini, meskipun belum menimbulkan kerugian ekonomi atau korban jiwa, tetap memerlukan kewaspadaan. KSDA Lampung terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat serta pihak perusahaan untuk tetap berhati-hati.

Merujuk pada analisis risiko konflik berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor P.48 Tahun 2008, KSDA menilai tingkat potensi konflik manusia dan satwa dalam kasus ini masih tergolong rendah. Hal ini karena kemunculan satwa baru terdeteksi melalui jejak dan belum menyebabkan dampak negatif yang signifikan.

Meskipun demikian, BKSDA menekankan pentingnya kewaspadaan dan langkah mitigasi lanjutan untuk mencegah potensi konflik di masa mendatang. Koordinasi dengan pihak perusahaan dan masyarakat sekitar habitat Harimau Sumatera menjadi krusial. Edukasi mengenai perilaku satwa liar dan cara menghadapi potensi interaksi juga perlu ditingkatkan.

Upaya konservasi Harimau Sumatera tidak hanya berfokus pada perlindungan di dalam kawasan konservasi, tetapi juga pada pengelolaan lanskap di sekitarnya. Hal ini termasuk memastikan koridor satwa tetap terjaga dan meminimalkan fragmentasi habitat yang dapat mendorong satwa keluar dari wilayah jelajah alaminya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi