MBG Dorong Pemuda di Palmerah Budidaya Ikan, Serap Tenaga Kerja Lokal

Budidaya ikan disebut menyerap tenaga kerja lokal dan bantu ketahanan pangan

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
MBG Dorong Pemuda di Palmerah Budidaya Ikan, Serap Tenaga Kerja Lokal
MBG Dorong Pemuda di Palmerah Budidaya Ikan, Serap Tenaga Kerja Lokal (Merdeka.com)

Program ketahanan pangan melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari kalangan pemuda di tingkat kecamatan.

Salah satunya datang dari Hairul (41), anggota Karang Taruna Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Hairul dipercaya mengelola kolam ikan sistem bioflok di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah. Program tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (13/2).

“Saya sangat mendukung program Bapak Presiden untuk ketahanan pangan,” kata Hairul di SPPG Polri Palmerah.

Menurut Hairul, dukungan terhadap program ketahanan pangan juga datang dari para pembudidaya ikan di berbagai daerah. Mereka menilai penguatan produksi dari skala kecil menjadi langkah realistis menuju kemandirian pangan.

“Teman-teman pembudidaya di seluruh Indonesia benar-benar sangat mendukung ketahanan pangan, kecukupan pangan minimal. Skala kecil dahulu sehingga lebih sejahtera untuk prosesnya ke skala besar,” paparnya.

Pengembangan Bioflok Libatkan Warga Sekitar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di Palmerah, pengembangan kolam bioflok tidak hanya difokuskan pada produksi ikan, tetapi juga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Hairul menyebut kegiatan budidaya tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal. Hasil produksi ikan juga diserap oleh SPPG di wilayah tersebut.

“Jadi, sebenarnya efek domino dari program ketahanan pangan ini memang menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Ia mengatakan warga sekitar yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan kini dilibatkan dan dilatih dalam proses budidaya ikan.

“Paling tidak membantu warga sekitar yang tadinya mungkin nggak ada wawasan, nggak ada skill, kita ajarkan dan mereka juga bekerja dengan kita,” ujarnya.

Selain itu, sistem pengelolaan budidaya juga membuka peluang pembagian hasil bagi para pekerja.

“Bisa bagi hasil ataupun pemberian keuntungan. Jadi, paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di sekitar,” ucapnya.

Harga Pelet Ikan Melambung

BGN Percepat Pembangunan SPPG Kaltim, Pastikan Gizi Merata untuk Siswa
Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim gencar percepat Pembangunan SPPG Kaltim, menargetkan 372 unit untuk memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) merata bagi seluruh siswa, termasuk di wilayah 3T. AntaraNews

Hairul juga menyampaikan harapan agar pemerintah membantu kendala yang dihadapi pembudidaya ikan, terutama terkait harga pakan yang meningkat.

“Harga pelet ikan benar-benar melambung. Susah didapat. Mohon dibantu,” kata dia.

Program MBG melalui SPPG disebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga melibatkan produksi pangan skala lokal melalui budidaya ikan dan sektor pangan lainnya.

Rekomendasi