Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Azhari, menyatakan hampir seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak bencana di Aceh telah kembali aktif melayani masyarakat. Pelayanan KUA Aceh pascabencana ini tetap berjalan meskipun dalam keadaan darurat pascabencana banjir dan longsor yang melanda akhir November 2025 lalu.
Azhari menjelaskan bahwa upaya pemulihan terus dilakukan untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan keagamaan tidak terhambat. Kondisi darurat ini mengharuskan KUA beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas yang ada.
Pernyataan ini disampaikan Azhari di Banda Aceh pada Kamis (05/2), menegaskan komitmen Kemenag dalam menjaga fungsi pelayanan publik. Langkah cepat tanggap ini menjadi prioritas utama bagi Kemenag Aceh.
Advertisement
Advertisement
Kondisi KUA Terdampak Bencana di Aceh
Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur KUA di Aceh. Total 79 KUA dilaporkan terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.
Dampak yang dialami KUA meliputi kerusakan gedung, tertimbun lumpur, serta hilangnya seluruh mebel dan alat kerja penting seperti komputer dan printer. Situasi ini tentu menghambat operasional normal KUA.
Salah satu KUA yang mengalami kerusakan paling parah adalah KUA Putri Betung di Kabupaten Gayo Lues. Kantor tersebut bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus banjir dan hilang sepenuhnya.
Advertisement
Kemenag saat ini tengah berupaya mencari lokasi baru untuk relokasi KUA Putri Betung agar pelayanan dapat segera dipulihkan. Prioritas utama adalah memastikan keberlanjutan layanan bagi masyarakat terdampak bencana.
Advertisement
Upaya Pemulihan Pelayanan KUA
Untuk memulihkan pelayanan KUA Aceh pascabencana, Kemenag RI telah memproses dan menyalurkan bantuan berupa mebel serta kebutuhan lainnya. Bantuan ini diberikan secara bertahap kepada KUA yang terdampak.
Azhari menyebutkan bahwa bantuan mebel telah didistribusikan ke hampir semua KUA, meskipun dalam jumlah terbatas. Setiap KUA menerima beberapa kursi, satu kursi panjang, dan satu lemari untuk mendukung operasional.
Bantuan tersebut dikirimkan langsung dari pusat ke daerah untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan masyarakat dapat kembali menerima pelayanan terbaik. Ini menunjukkan respons cepat dari Kemenag pusat.
Advertisement
Selain mebel, Kemenag juga mengupayakan bantuan komputer dan printer, yang dijadwalkan akan disalurkan pada Februari ini. Peralatan ini sangat krusial untuk administrasi dan pelayanan buku nikah.
Advertisement
Tantangan dan Solusi Pelayanan Darurat
Meskipun pelayanan KUA Aceh telah aktif, proses administrasi di beberapa KUA masih terlaksana secara manual karena keterbatasan fasilitas. Pelayanan darurat ini memastikan masyarakat tetap terlayani, minimal secara manual.
Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan komputer dan printer khusus untuk buku nikah yang masih sangat terbatas di KUA pascabencana. Peralatan ini memerlukan spesifikasi tertentu.
Sebagai solusi, pegawai KUA dianjurkan untuk memanfaatkan fasilitas KUA terdekat yang memiliki teknologi memadai untuk mencetak buku nikah. Ini merupakan langkah adaptif dalam kondisi darurat.
Advertisement
Kemenag menegaskan bahwa bantuan kebutuhan KUA akan terus diupayakan secara bertahap. Setelah distribusi kursi, tahap selanjutnya adalah pengiriman komputer untuk memastikan pelayanan dapat kembali optimal.
Sumber: AntaraNews