Sebanyak 146 atlet bela diri dari berbagai cabang olahraga di Provinsi Jambi saat ini tengah menjalani serangkaian tes fisik yang ketat. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan intensif mereka untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menjadi inisiator utama dalam program pembinaan ini, memastikan setiap atlet memiliki kondisi fisik optimal. Tes tahap I ini mencakup pemeriksaan kesehatan dan berbagai uji fisik yang diselenggarakan oleh bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jambi.
Wakil Ketua Bidang Binpres KONI Provinsi Jambi, Endarman Saputra Ph.D, menjelaskan bahwa tes fisik ini dirancang khusus. Pola pengujian disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing tujuh cabang olahraga bela diri yang akan dipertandingkan.
Advertisement
Advertisement
Menguji Daya Tahan dan Kekuatan Atlet
Rangkaian tes fisik yang dijalani oleh para atlet Jambi ini sangat komprehensif, bertujuan untuk mengukur berbagai aspek kebugaran. Beberapa tes yang dilaksanakan antara lain bleep test, push up, sit up, medicine ball, shuttle run, sprint 30 meter, standing broad jump, dan sit and reach.
Endarman Saputra menegaskan bahwa seluruh rangkaian tes ini memiliki tujuan utama. Tujuan tersebut adalah untuk mengetahui daya tahan aerobik dan anaerobik, kecepatan, serta kekuatan otot tungkai para atlet. Informasi ini krusial untuk memastikan kesiapan fisik mereka di ajang kompetisi nasional.
KONI Provinsi Jambi juga telah memberikan instruksi tegas kepada semua pengurus cabang olahraga bela diri. Mereka diminta untuk sungguh-sungguh mempersiapkan atletnya dengan mengikuti aturan tes yang telah disesuaikan. Penyesuaian ini penting agar hasil tes benar-benar relevan dengan tuntutan masing-masing cabang olahraga.
Advertisement
Advertisement
Pendekatan Sport Science dalam Seleksi Atlet Jambi
Untuk memastikan proses seleksi dan persiapan atlet berjalan optimal, KONI Provinsi Jambi mengadopsi sistem sport science. Pendekatan ini diharapkan mampu menyeleksi dan mempersiapkan atlet secara lebih ilmiah dan terukur.
Wakil Ketua Umum KONI Jambi, Prof Sukendro, menjelaskan tahapan seleksi yang akan dilalui atlet. Setelah tes umum, atlet akan masuk pemusatan latihan daerah (pelatda), dilatih, dan kemudian menjalani tes khusus sesuai cabang olahraga masing-masing. Selain itu, akan ada tes mental atau psikologi untuk mempersiapkan mereka menghadapi tekanan kompetisi.
KONI Jambi juga telah mengadakan rapat koordinasi dengan para pimpinan cabang olahraga bela diri yang akan dipersiapkan. Dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan di Sulawesi Utara, Jambi dipastikan akan berpartisipasi pada tujuh cabang unggulan.
Advertisement
Mekanisme seleksi tahun ini melibatkan kajian mendalam dari para ahli olahraga di kepengurusan KONI. Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) akan fokus pada standarisasi teknik dan kemampuan tanding. Sementara itu, Bidang Sport Science akan mengukur kesiapan fisik, ketahanan, dan kondisi medis atlet secara saintifik. Terakhir, Bidang Litbang akan melakukan kajian data dan pemetaan potensi medali di tiap nomor pertandingan.
Advertisement
Tujuh Cabang Olahraga Unggulan Jambi di PON Bela Diri 2026
Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya dalam PON Bela Diri 2026 dengan mengirimkan perwakilan di tujuh cabang olahraga unggulan. Cabang-cabang tersebut meliputi Kurash, Tinju, Muaythai, Kick Boxing, Anggar, MMA, dan Savate.
Partisipasi dalam cabang-cabang ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan medali Jambi. Setiap cabang memiliki karakteristik dan kebutuhan fisik yang berbeda, sehingga tes dan persiapan disesuaikan secara spesifik.
Dengan persiapan yang matang dan sistematis, diharapkan para atlet Jambi dapat menunjukkan performa terbaik mereka. Targetnya adalah meraih hasil maksimal di PON Bela Diri 2026, mengharumkan nama Provinsi Jambi di kancah olahraga nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews