Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan Waduk Aseni di Kalideres, Jakarta Barat, akan menjadi solusi signifikan dalam upaya pengendalian banjir. Dengan kapasitas tampung mencapai 69.600 meter kubik, waduk ini diharapkan dapat mereduksi potensi banjir hingga 13,1 persen.
Pengurangan potensi banjir tersebut secara khusus menargetkan luapan air dari Kali Semanan, salah satu penyebab banjir di wilayah Jakarta Barat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada Jumat (30/1) menyatakan bahwa Waduk Aseni dirancang sebagai sarana penampungan air sementara yang krusial.
Selain fungsi utamanya dalam mitigasi banjir, Waduk Aseni juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku dan area interaksi publik. Pembangunan fasilitas pendukung di sekitar waduk diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Advertisement
Advertisement
Manfaat Ganda Waduk Aseni untuk Warga Jakarta Barat
Waduk Aseni tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir, namun juga dirancang untuk memberikan manfaat multifungsi bagi masyarakat Jakarta Barat. Selain menjadi penampungan air, waduk ini akan berfungsi sebagai sumber air baku yang penting.
Area seluas 4,47 hektare ini, dengan badan air 1,7 hektare dan kedalaman 4 meter, akan dilengkapi berbagai fasilitas publik. Fasilitas tersebut meliputi balai warga, toilet, musala, area bermain anak, serta area duduk yang nyaman.
Rano Karno menekankan bahwa kehadiran fasilitas ini akan sangat bermanfaat bagi warga setempat untuk berinteraksi dan menikmati ruang terbuka biru. Pemanfaatan ganda ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan infrastruktur yang holistik.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan dan Fasilitas Pendukung Lingkungan
Pembangunan Waduk Aseni telah dimulai sejak tahun 2023 dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Proyek ini dilaksanakan dalam tiga tahap untuk memastikan kualitas dan fungsionalitas optimal.
Di kawasan waduk juga akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas sekitar 470 meter kubik per hari. IPAL ini dirancang untuk melayani 2.260 jiwa dengan menampung air limbah dari drainase kawasan sekitar waduk, menunjukkan perhatian terhadap aspek sanitasi lingkungan.
Pembangunan IPAL ini melengkapi fungsi waduk sebagai infrastruktur yang tidak hanya menanggulangi banjir tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Keberadaan waduk ini akan menambah ruang terbuka biru yang penting di Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Komitmen DKI Jakarta dalam Pengelolaan Sumber Daya Air
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 50 embung dan waduk yang berfungsi di Jakarta. Selain itu, tujuh lokasi lainnya sedang dalam tahap pembangunan, menunjukkan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan air.
Ika menambahkan bahwa masih terdapat potensi untuk membangun kurang lebih 93 embung dan waduk tambahan di seluruh Jakarta. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemprov DKI Jakarta memiliki rencana jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur air.
Tujuan utama dari pembangunan Waduk Aseni dan fasilitas serupa adalah pengendalian banjir yang terintegrasi dengan penyediaan ruang publik. Rano Karno berpesan agar waduk ini dijaga dengan baik demi keberlanjutan manfaatnya bagi seluruh warga Jakarta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews