Umsura Perkuat Komitmen Jadi Kampus Atlet Berprestasi dengan Konsep Home of Champions

Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tegaskan komitmen sebagai kampus atlet berprestasi melalui program beasiswa dan konsep Home of Champions, menarik minat atlet nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Umsura Perkuat Komitmen Jadi Kampus Atlet Berprestasi dengan Konsep Home of Champions
Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tegaskan komitmen sebagai Home of Champions, wujudkan pengembangan atlet berprestasi nasional melalui beasiswa dan fleksibilitas akademik. (AntaraNews)

Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan atlet berprestasi. Komitmen ini diwujudkan melalui implementasi konsep "Home of Champions" yang menyeluruh. Konsep ini bertujuan mencetak individu unggul baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Insani (SDI), Kemahasiswaan, dan Kewirausahaan Umsura, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes., menyatakan bahwa visi kampus tidak hanya terbatas pada pencapaian akademik. Pihaknya berupaya keras untuk mendukung talenta-talenta olahraga nasional. Hal ini sejalan dengan moto dan visi lembaga pendidikan tersebut.

Pada Jumat, 30 Januari, Umsura secara resmi menerima tiga atlet nasional berprestasi melalui program beasiswa atlet. Mereka adalah pebulutangkis Reza Pahlevi serta dua atlet balap sepeda, Muhammad Abdurrahman dan Rendy Barera Sanjaya. Ketiganya memilih Umsura setelah meraih prestasi di SEA Games Thailand 2025.

Mengukuhkan Visi "Home of Champions" di Umsura

Umsura secara konsisten mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang berdedikasi pada pengembangan talenta. Konsep "Home of Champions" menjadi landasan utama dalam membentuk mahasiswa berprestasi. Dr. Nur Mukarromah menjelaskan bahwa kampus ini tidak hanya berfokus pada keunggulan intelektual. Universitas juga mendorong potensi luar biasa dalam berbagai bidang non-akademik, khususnya olahraga.

Komitmen ini tercermin dari berbagai inisiatif dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa. Tujuannya adalah agar mereka dapat mencapai puncak prestasi di bidang masing-masing. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Baik itu di ruang kelas maupun di arena kompetisi.

Melalui visi ini, Umsura berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan atlet. Mereka bisa menyeimbangkan tuntutan latihan intensif dengan kewajiban akademik. Hal ini merupakan bagian integral dari strategi kampus untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Dukungan Beasiswa Atlet dan Fleksibilitas Studi

Untuk mendukung komitmennya, Umsura menyediakan berbagai program beasiswa yang komprehensif. Salah satunya adalah beasiswa khusus atlet yang diberikan selama masa studi diploma tiga (D3) atau sarjana (S1). Program ini dirancang untuk meringankan beban finansial para atlet. Mereka dapat fokus pada pengembangan karier olahraga dan pendidikan.

Fakultas dan program studi di Umsura juga memfasilitasi atlet dengan sistem pembelajaran yang fleksibel. Metode seperti blended learning, perkuliahan online, atau modul khusus disediakan. Pendekatan ini memungkinkan atlet untuk mengatur jadwal studi mereka. Hal ini sangat penting mengingat jadwal latihan dan kompetisi yang padat.

Pebulutangkis nasional Reza Pahlevi, yang memilih Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengapresiasi fleksibilitas ini. Ia menilai bahwa sistem tersebut sangat relevan dengan rencana masa depannya di luar dunia olahraga. "Sudah disampaikan kalau fleksibilitasnya ada. Jadi saya berpikir kenapa tidak pendidikan juga, nggak selalu olahraga saja, pendidikan juga penting buat saya," ujarnya. Fleksibilitas ini menjadi faktor kunci bagi atlet untuk mengejar pendidikan tinggi.

Inspirasi dari Atlet Nasional Memilih Umsura

Kehadiran atlet-atlet nasional di Umsura menjadi bukti nyata keberhasilan program beasiswa ini. Reza Pahlevi, yang baru pertama kali akan menempuh pendidikan tinggi, mengaku tertarik dengan tawaran beasiswa setelah berprestasi di SEA Games Thailand 2025. Ia berharap dapat menyeimbangkan antara latihan dan perkuliahan. "Karena ini baru pertama kali, nanti sambil berjalan saja. Semoga bisa berjalan dua-duanya," kata Reza.

Atlet balap sepeda Muhammad Abdurrahman memilih Program Studi Hukum karena selaras dengan kariernya di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ia mengungkapkan bahwa kesempatan kuliah ini merupakan yang kedua baginya setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19. "Alhamdulillah sekarang ada kesempatan lagi dan saya ambil Hukum," ujarnya. Pilihan ini menunjukkan relevansi pendidikan dengan jalur karier profesional mereka.

Rendy Barera Sanjaya, atlet balap sepeda lainnya, juga telah lama berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, keinginannya tertunda karena harus mengikuti training center (TC) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Ia akhirnya memilih Umsura setelah mendapatkan rekomendasi dari sesama atlet. "Banyak teman atlet yang masuk di sini, katanya kampus ini rekomendasi untuk atlet. Jadi kenapa nggak," jelas Rendy, menunjukkan kepercayaan komunitas atlet terhadap Umsura.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi