Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya kebutuhan hunian sementara (huntara) yang signifikan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Data terkini menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 unit huntara sangat diperlukan untuk menampung para korban bencana. Laporan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, pada Jumat (30/1) di Jakarta.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat bahwa total kebutuhan huntara di wilayah Gayo Lues mencapai 2.659 unit. Hunian-hunian sementara ini direncanakan akan dibangun di 20 titik lokasi berbeda yang tersebar di tujuh kecamatan. Pembangunan ini bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana.
Penyediaan huntara menjadi prioritas utama bagi BNPB untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Hal ini penting sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) yang membutuhkan waktu lebih lama. Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut terjadi pada November 2025 lalu, menyebabkan kerusakan parah pada banyak rumah warga.
Advertisement
Advertisement
Skala Kebutuhan dan Lokasi Pembangunan Huntara
Kebutuhan akan hunian sementara di Kabupaten Gayo Lues sangat mendesak, dengan total 2.659 unit yang harus disediakan. Angka ini mencerminkan skala kerusakan dan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam. BNPB telah merencanakan pembangunan huntara ini secara strategis di berbagai lokasi.
Pembangunan akan dilakukan di 20 titik yang berbeda, mencakup tujuh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Penentuan lokasi ini didasarkan pada permohonan dan pendataan masyarakat terdampak, memastikan bahwa huntara dibangun di area yang paling membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya cepat tanggap untuk memulihkan kondisi pasca bencana.
Budi Irawan menegaskan, "Sesuai permohonan dan pendataan masyarakat terdampak huntara tersebut direncanakan dibangun di 20 titik yang tersebar di tujuh kecamatan." Pernyataan ini menunjukkan komitmen BNPB dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat Gayo Lues. Prioritas diberikan untuk memastikan setiap keluarga terdampak mendapatkan tempat bernaung.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian Huntara
Meskipun kebutuhan Kebutuhan Huntara Gayo Lues cukup besar, progres pembangunan telah dimulai di beberapa lokasi. Saat ini, sebanyak 133 unit huntara sedang dalam tahap konstruksi di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Ini menunjukkan langkah konkret dari BNPB dan pihak terkait dalam memenuhi kebutuhan mendesak ini.
Dari jumlah tersebut, 25 unit huntara telah berhasil diselesaikan dan dinyatakan siap untuk segera ditempati oleh warga. Penyelesaian awal ini memberikan harapan bagi para korban bencana yang telah menanti hunian sementara. Keberadaan huntara yang siap huni ini sangat vital untuk pemulihan psikologis dan fisik masyarakat terdampak.
BNPB menargetkan seluruh pembangunan huntara dapat diselesaikan sebelum Ramadhan 2026. Target ini ditetapkan agar masyarakat dapat segera memanfaatkan hunian sementara tersebut. Pembangunan ini menjadi jembatan penting sebelum hunian tetap rampung, memberikan stabilitas bagi kehidupan warga di Gayo Lues.
Advertisement
Advertisement
Komitmen BNPB dalam Pemulihan Pasca Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak hanya fokus pada penyediaan huntara, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pemulihan pasca bencana di Gayo Lues. BNPB bekerja sama dengan lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan komitmen tersebut. "BNPB bersama lintas kementerian dan lembaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Gayo Lues hingga seluruh tahapan pemulihan pascabencana dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan," kata dia. Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan holistik dalam penanganan bencana.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat Gayo Lues melewati masa sulit pasca bencana. Tujuannya adalah mencapai pemulihan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali membangun kehidupan mereka dengan lebih baik dan resilient terhadap potensi bencana di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews