Ekspor Halal Indonesia Diprediksi Meningkat Signifikan Berkat MRA dengan Berbagai Negara

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan optimisme terhadap peningkatan Ekspor Halal Indonesia, didorong oleh penandatanganan Mutual Recognition Agreements (MRA) dengan 16 negara dan kerja sama strategis lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekspor Halal Indonesia Diprediksi Meningkat Signifikan Berkat MRA dengan Berbagai Negara
Wakil Menteri Perdagangan mendorong peningkatan Aksesibilitas Gim Nasional di pasar lokal, mengingat potensi besar gamer Indonesia yang belum tergarap maksimal dan dominasi gim asing. (AntaraNews)

Ekspor halal Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan menyusul penandatanganan Mutual Recognition Agreements (MRA) sertifikasi halal dengan berbagai negara. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengungkapkan optimisme ini dalam sebuah pernyataan pada Kamis (29/1), menyoroti potensi besar pasar produk halal global. Peningkatan ini diharapkan dapat mendongkrak devisa negara dan memperkuat posisi Indonesia di sektor perdagangan halal dunia.

Dyah Roro Esti menjelaskan bahwa potensi ekspor halal terus berkembang seiring penguatan ekspor melalui MRA sertifikasi halal Indonesia yang kini telah diakui di 16 negara. Selain itu, kerja sama bilateral perdagangan halal dengan lima negara mitra strategis turut melengkapi upaya peningkatan ini. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi produk halal Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga berperan aktif dalam upaya ini, dengan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengonfirmasi adanya MRA dengan Amerika Serikat. Perjanjian ini, yang dikoordinasikan dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, diharapkan menjadi dasar pengakuan timbal balik sertifikasi halal produk kedua negara.

Kontribusi Sektor Produk Halal dan Potensi Ekonomi Nasional

Berdasarkan catatan Kemendag, nilai total ekspor halal Indonesia pada tahun 2024 berhasil mencapai angka fantastis, yaitu US$41,4 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan potensi ekonomi yang besar dari sektor produk halal. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa produk halal Indonesia memiliki daya saing di pasar global.

Sektor makanan dan minuman memberikan kontribusi terbesar dalam total nilai ekspor tersebut, mencapai US$33,6 miliar. Disusul kemudian oleh sektor modest fashion dengan nilai US$6,83 miliar, serta kosmetik halal yang menyumbang US$363 juta. Diversifikasi produk halal ini menunjukkan kekuatan industri halal Indonesia yang tidak hanya terbatas pada satu jenis produk.

Peningkatan nilai ekspor ini tidak hanya berdampak pada perolehan devisa negara. Namun, juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam perdagangan halal global. Dengan terus meningkatnya permintaan produk halal di seluruh dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin pasar.

Penguatan Ekosistem Halal Melalui Kerja Sama Internasional

Pengakuan sertifikasi halal Indonesia di 16 negara melalui MRA merupakan langkah maju yang krusial. Ini mempermudah produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar-pasar tersebut tanpa hambatan sertifikasi yang berulang. Kerja sama bilateral dengan lima negara mitra strategis juga membuka pintu bagi peluang perdagangan yang lebih luas.

MRA yang terjalin dengan Amerika Serikat, khususnya, menandai tonggak penting dalam upaya penguatan ekosistem halal. Perjanjian ini diharapkan dapat menciptakan standar pengakuan sertifikasi halal yang harmonis antara kedua negara. Hal ini akan sangat menguntungkan eksportir Indonesia dan mempermudah akses produk halal ke pasar Amerika Serikat.

Ahmad Haikal Hasan menekankan pentingnya penguatan ekosistem halal secara komprehensif. Ini mencakup berbagai aspek mulai dari produksi, jaminan kualitas, hingga pemasaran produk halal. Dengan ekosistem yang kuat, industri halal Indonesia dapat mencapai masa depan yang cerah dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi