Kepolisian Resor Metro Bekasi sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus pencurian yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Insiden ini mengakibatkan sejumlah barang berharga dan aset penting sekolah raib digondol maling. Peristiwa tersebut dilaporkan oleh pihak sekolah setelah mengetahui kondisi ruang guru yang berantakan.
Aksi pencurian ini diduga kuat terjadi pada Senin dini hari, 26 Januari 2026, saat situasi sekolah dalam keadaan sepi dan tidak ada aktivitas belajar mengajar. Kapolsek Cabangbungin, Ajun Komisaris Polisi Alex Candra, mengonfirmasi bahwa laporan telah diterima dan timnya langsung bergerak cepat. Petugas kepolisian telah memulai proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa saksi.
Penyelidikan kasus pencurian sekolah Bekasi ini bertujuan untuk mengungkap identitas pelaku serta mengembalikan aset-aset yang hilang. Pihak sekolah sangat menyayangkan kejadian ini karena barang-barang yang dicuri sangat vital untuk mendukung proses pendidikan. Kerugian yang dialami diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, berdampak signifikan pada operasional sekolah.
Advertisement
Advertisement
Detail Kejadian dan Barang Hilang dalam Pencurian Sekolah Bekasi
Guru SDN 03 Jayabakti, Furkon Fauzi, menjelaskan bahwa pihaknya baru mengetahui insiden pencurian tersebut saat mendapati ruang guru dalam kondisi acak-acakan. Pelaku disinyalir masuk ke area sekolah dengan cara membobol ruang guru yang memang digunakan sebagai tempat penyimpanan aset-aset berharga. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan staf pengajar dan komite sekolah.
Setelah melakukan pendataan menyeluruh, pihak sekolah merinci beberapa aset yang hilang akibat kasus pencurian sekolah Bekasi ini. Barang-barang tersebut meliputi lima unit laptop, lima unit infokus, dua unit kamera digital, serta satu set proyektor. Kehilangan perangkat-perangkat ini tentu saja sangat menghambat kegiatan belajar mengajar yang mengandalkan teknologi.
Tidak hanya aset teknologi, kotak amal yang diperuntukkan bagi anak yatim di sekolah juga ikut raib digondol pelaku. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya mengincar barang berharga, tetapi juga tidak segan mengambil sumbangan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial. Insiden ini menambah daftar panjang kasus pencurian yang menargetkan fasilitas pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Langkah Penyelidikan Kepolisian Terkait Pencurian Sekolah Bekasi
Ajun Komisaris Polisi Alex Candra menegaskan bahwa jajaran Polsek Cabangbungin telah menerima laporan resmi dari pihak SDN 03 Jayabakti pada Selasa siang. Segera setelah laporan diterima, petugas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP secara mendalam. Proses ini penting untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik yang dapat membantu identifikasi pelaku.
Selain olah TKP, kepolisian juga aktif meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mungkin memiliki informasi terkait kejadian pencurian sekolah Bekasi ini. Keterangan saksi diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai modus operandi pelaku atau bahkan identitas mereka. Penyelidikan dilakukan secara cermat dan teliti agar kasus ini dapat segera terungkap.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas dan menangkap para pelaku. Kerja sama antara pihak sekolah dan kepolisian sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penyelidikan. Masyarakat di sekitar lingkungan sekolah juga diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Kerugian Akibat Pencurian Aset Pendidikan
Pihak SDN 03 Jayabakti mengklaim bahwa kerugian materiil akibat pencurian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Nilai kerugian ini mencakup harga beli perangkat elektronik yang hilang serta potensi kerugian non-materiil akibat terganggunya proses pembelajaran. Kehilangan infokus dan proyektor, misalnya, akan mempersulit guru dalam menyampaikan materi pelajaran secara interaktif.
Furkon Fauzi mengungkapkan kekecewaannya atas insiden ini, mengingat barang-barang yang dicuri merupakan fasilitas penting yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Laptop dan kamera digital juga sering digunakan untuk dokumentasi kegiatan sekolah dan administrasi. Kehilangan ini memaksa sekolah untuk mencari solusi alternatif agar proses pendidikan tidak terhenti.
Kasus pencurian sekolah Bekasi ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan sistem keamanan di lingkungan sekolah. Pemasangan CCTV, penguatan penjagaan, dan koordinasi dengan aparat keamanan setempat dapat menjadi langkah preventif. Diharapkan, dengan terungkapnya kasus ini, aset sekolah dapat kembali dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.
Advertisement
Sumber: AntaraNews