Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, gabungnya Indonesia pada Dewan Perdamaian Gaza gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hingga membayar iuran merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu dijawab Sugiono terkait soal adanya iuran untuk menjadi anggota dewan tersebut sebesar 1 miliar dollar AS atau setara Rp16,8 triliun.
"Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi," kata Sugiono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).
Advertisement
Penjelasan Menlu Sugiono
Sugiono menegaskan, pembayaran iuran itu bukan untuk sebagai syarat Indonesia bergabung menjadi anggota perdamaian tersebut.
"Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa menentukan board of peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada Khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi," tegas Sugiono.
"Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ. Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap," sambung Sugiono.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra ini memastikan, tidak ada kewajiban untuk membayar iuran jika gabung menjadi anggota perdamaian.
"Enggak, enggak, tidak ada (kewajiban membayar). Itu semua negara yang diundang, itu entitle untuk menjadi member selama 3 tahun," ujar dia.
Advertisement
Respons DPR
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan DPR telah menyerahkan kepada pemerintah terkait keputusan bergabung Dewan Perdamaian Gaza digagas Trump.
"Dan kami yakin bahwa ini adalah sebuah gebrakan baru yang diinisiasi oleh Presiden Trump, dan dilihat oleh Presiden Prabowo sebagai sebuah kesempatan untuk kita bisa memberikan sumbangsih nyata. Untuk benar-benar melaksanakan perdamaian di dunia," ujar Dave.
"Jadi kita dukung keputusan beliau dan kita yakini bahwa ini akan menjadi hal yang baik untuk semua. Saya rasa sekian. Terima kasih semuanya," pungkasnya.