Tim DVI Berhasil Identifikasi Seluruh 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Tim DVI Polda Sulsel secara resmi mengumumkan keberhasilan identifikasi 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Pangkep, menjawab tuntas misteri identitas para korban.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim DVI Berhasil Identifikasi Seluruh 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
Tim DVI Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di Pegunungan Bulusaraung, termasuk awak dan penumpang, membawa kejelasan bagi keluarga korban. (AntaraNews)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) berhasil menuntaskan proses identifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Insiden tragis yang terjadi di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini telah menemukan titik terang terkait identitas para korban.

Sebanyak 10 korban, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang, telah teridentifikasi secara lengkap oleh tim DVI. Keberhasilan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, pada Sabtu (24/1).

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa dari total 11 kantong jenazah yang diterima tim DVI dari tim SAR, 10 kantong telah teridentifikasi sesuai manifest. Proses identifikasi ini memberikan kepastian bagi keluarga korban yang menunggu kabar.

Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini dimulai setelah tim DVI menerima body pack korban pada Jumat (23/1). Tim segera melaksanakan serangkaian tes dan pemeriksaan mendalam terhadap tujuh kantong jenazah yang diserahkan oleh Basarnas.

Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Komisaris Besar Muh Haris, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui berbagai metode forensik. Metode tersebut mencakup pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti yang melekat pada korban, serta ciri medis yang relevan.

Pencocokan data post mortem (PM) dari jenazah dengan data ante mortem (AM) yang diperoleh dari keluarga korban menjadi kunci utama. Akurasi data ini memastikan bahwa setiap identifikasi yang diumumkan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak terbantahkan.

Dari total 10 korban yang berhasil diidentifikasi, beberapa di antaranya adalah penumpang dan kru pesawat yang memiliki peran vital. Dua penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang sedang dalam tugas penerbangan.

Berikut adalah daftar identitas korban yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI:

Sebelumnya, tiga jenazah lainnya yaitu Florencia, Deden, dan Esther, juga telah teridentifikasi dan diambil oleh pihak keluarga. Keberhasilan identifikasi ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan DVI.

Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Mashudi, menambahkan bahwa dari tujuh kantong jenazah yang diterima, semuanya masih bisa teridentifikasi dengan sidik jari. Ini menunjukkan kondisi jenazah yang memungkinkan untuk proses identifikasi yang akurat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi