Menko PMK Tekankan Pentingnya Pemulihan Produktivitas Korban Bencana di Sumbar

Menko PMK Pratikno menyoroti urgensi pemulihan produktivitas korban bencana di Sumatera Barat. Fokus pada sektor pertanian yang terdampak parah demi mengembalikan mata pencarian warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko PMK Tekankan Pentingnya Pemulihan Produktivitas Korban Bencana di Sumbar
Menko PMK Pratikno menyoroti urgensi pemulihan produktivitas korban bencana di Sumatera Barat. Fokus pada sektor pertanian yang terdampak parah demi mengembalikan mata pencarian warga. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya pemulihan produktivitas korban bencana alam di Sumatera Barat. Pernyataan ini disampaikan Pratikno saat meninjau lokasi terdampak di Kayu Pasak, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Sabtu (24/1).

Pratikno, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyoroti berbagai sektor mendesak. Sektor-sektor tersebut meliputi infrastruktur, jalan, jembatan, listrik, hingga hunian sementara bagi para korban.

Namun, prioritas utama yang harus dipercepat adalah upaya pemulihan produktivitas warga terdampak bencana. Hal ini krusial untuk memastikan masyarakat dapat kembali mandiri dan memiliki sumber penghasilan setelah menghadapi musibah.

Prioritas Pemulihan Ekonomi dan Mitigasi Bencana

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Selain itu, perkuatan kelembagaan untuk pencegahan dan mitigasi bencana juga sangat penting untuk masa depan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serupa di kemudian hari.

Pemerintah daerah didorong untuk melakukan perbaikan sektor ekonomi, terutama sektor pertanian. Upaya ini diharapkan dapat membangkitkan kembali produksi warga yang terdampak. Pemulihan ekonomi menjadi kunci agar masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan.

Pratikno telah menerima laporan langsung dari Bupati Agam Benni Warlis mengenai kondisi lahan pertanian. Banyak warga yang mengalami kerusakan lahan pertanian sehingga tidak dapat berproduksi. Kondisi ini menyebabkan hilangnya mata pencarian utama bagi sebagian besar masyarakat.

Penanganan sektor pertanian, khususnya sawah, menjadi prioritas utama yang harus dipercepat. Kerusakan pada lahan sawah memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret harus segera diambil untuk memulihkan sektor ini.

Dampak Bencana dan Harapan Dukungan Pusat

Bupati Agam Benni Warlis menjelaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor pada 27 November 2025 lalu menimbulkan dampak signifikan. Sekitar 1.700 hektare lahan persawahan tertimbun tanah dan 3.000 hektare lainnya terdampak. Kerusakan ini disebabkan oleh rusaknya infrastruktur irigasi yang mengairi sawah-sawah tersebut.

Banyak warga mengeluhkan hilangnya mata pencarian mereka akibat bencana ini. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal kini lumpuh. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan penanganan cepat dari berbagai pihak terkait.

Bupati Agam sangat mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui provinsi. Dukungan ini diharapkan dapat menjadikan sektor ekonomi sebagai prioritas dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Kolaborasi antar tingkatan pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan.

Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan data lengkap mengenai warga yang terdampak lahan persawahannya. Data ini akan segera dikirimkan kepada pemerintah pusat melalui provinsi. Informasi akurat ini penting sebagai dasar perencanaan dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi