Tim DVI Berhasil Identifikasi Korban Keempat Kecelakaan Pesawat ATR di Bulusaraung

Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi korban keempat kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menambah daftar korban yang teridentifikasi dalam insiden tragis ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim DVI Berhasil Identifikasi Korban Keempat Kecelakaan Pesawat ATR di Bulusaraung
Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi korban keempat kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menambah daftar korban yang teridentifikasi dalam insiden tragis ini. (AntaraNews)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia telah berhasil mengidentifikasi korban keempat dari kecelakaan pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 23 Januari. Identifikasi ini menjadi langkah penting dalam upaya penanganan dampak insiden tragis tersebut.

Korban keempat yang berhasil diidentifikasi adalah Esther Aprilita Binarsit Sianipar, seorang pramugari berusia 26 tahun. Proses identifikasi dilakukan secara cermat melalui pencocokan sidik jari, barang pribadi, dan pemeriksaan medis dengan catatan antemortem. Esther Aprilita Binarsit Sianipar diketahui berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

Hingga saat ini, total tiga korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan DVI setelah ditemukan oleh tim SAR. Proses identifikasi terus berlanjut dengan sangat hati-hati dan profesional, sesuai dengan prosedur standar yang berlaku.

Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR Berjalan Cermat

Kepala Forensik Polda Sulawesi Selatan, Muhammad Haris, menjelaskan bahwa identifikasi Esther Aprilita Binarsit Sianipar dilakukan dengan metode komprehensif. Tim DVI gabungan yang terdiri dari Polda Sulawesi Selatan, Pusdokkes Polri, dan ahli forensik dari Universitas Hasanuddin bekerja sama dalam proses ini. Pencocokan data post-mortem dengan rekam medis serta informasi dari keluarga korban menjadi kunci utama dalam konfirmasi identifikasi.

Haris menambahkan, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi tiga korban dari empat kantong jenazah yang diterima sejauh ini. Identifikasi dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan keakuratan data. Satu kantong jenazah yang berisi bagian tubuh masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut oleh tim ahli.

Sebelumnya, pihak berwenang telah mengidentifikasi tiga korban lainnya, yaitu pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Binarsit Sianipar, serta penumpang Deden Maulana. Deden Maulana merupakan seorang pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Operasi Pencarian dan Evakuasi Terus Berlanjut

Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR ini telah memasuki hari ketujuh, dengan tim gabungan terus bekerja di lokasi kejadian. Tim SAR gabungan berhasil menemukan bagian tubuh tambahan, yang diyakini tidak lengkap, dan dikemas sebagai item pemulihan sembilan dan sepuluh di area Bulusaraung.

Andi Sultan, pejabat pencarian dan penyelamatan Makassar, mengonfirmasi bahwa total 10 paket pemulihan telah ditemukan di lokasi operasi. Semua paket tersebut saat ini sedang dalam proses evakuasi dari area pegunungan yang menantang. Penemuan paket kesembilan terjadi pada pukul 09.06 waktu setempat, diikuti paket kesepuluh pada pukul 09.10 waktu setempat.

Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh maskapai swasta Indonesia Air Transport ini dilaporkan hilang di atas Gunung Bulusaraung. Insiden terjadi saat pesawat berusaha mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Januari. Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Ketiga penumpang tersebut adalah pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi