DPRD DKI Desak Percepatan Mitigasi Bencana Jakarta Pasca-Korban Jiwa Banjir

DPRD DKI Jakarta mendesak dinas terkait untuk mempercepat Mitigasi Bencana Jakarta, terutama setelah adanya korban jiwa akibat banjir dan longsor di Ibu Kota, demi mencegah kerugian lebih lanjut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD DKI Desak Percepatan Mitigasi Bencana Jakarta Pasca-Korban Jiwa Banjir
DPRD DKI Jakarta mendesak dinas terkait untuk mempercepat Mitigasi Bencana Jakarta, terutama setelah adanya korban jiwa akibat banjir dan longsor di Ibu Kota, demi mencegah kerugian lebih lanjut. (AntaraNews)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meminta seluruh jajaran dinas terkait di Ibu Kota untuk bergerak sigap. Ia secara khusus menyoroti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD agar melakukan mitigasi bencana secara tepat dan cepat.

Permintaan ini disampaikan Yuke menanggapi insiden korban jiwa akibat bencana banjir yang melanda Jakarta. Mitigasi yang efektif diharapkan mampu meminimalkan dampak kerugian materiil serta korban jiwa di masa mendatang.

DPRD DKI Jakarta menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi akibat terjebak macet banjir. Insiden tragis ini terjadi di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1) siang, menyoroti urgensi penanganan bencana yang lebih baik.

Yuke Yurike menekankan perlunya penanganan dan antisipasi cepat dari dinas terkait, terutama di lokasi-lokasi yang rawan banjir. Hal ini sangat krusial mengingat intensitas hujan ekstrem di Jakarta yang kerap menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman terendam.

Insiden meninggalnya Arohim (51), warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang mengemudikan mobil minibus berpelat nomor B 2148 BOK, menjadi pengingat pahit. Korban ditemukan tewas di dalam mobilnya setelah terjebak kemacetan parah akibat genangan air.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana. Dengan mitigasi bencana yang tepat dan cepat, dampak kerugian baik materiil maupun korban jiwa diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan.

Selain banjir, Yuke juga menyoroti laporan longsor di beberapa daerah, seperti Srengseng Sawah. Ia mendesak dinas terkait dan pemangku lingkungan untuk segera melakukan deteksi dini guna mengantisipasi kejadian serupa dan mencegah jatuhnya korban.

Yuke meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta agar lebih cermat dalam memberikan izin pembangunan di daerah rawan bencana. Kejadian banjir dan longsor merupakan sinyal kuat untuk mengevaluasi keselarasan pembangunan dengan rencana detail tata ruang yang telah ditetapkan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memastikan bahwa pembangunan tidak dilakukan di lokasi rawan longsor atau sempadan sungai. Termasuk juga pembangunan di atas saluran air, agar potensi bencana dapat diantisipasi secara maksimal.

Seorang pengemudi ditemukan tewas di dalam mobilnya di tengah kemacetan Jalan Layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis (22/1) siang, menambah daftar korban akibat bencana di Ibu Kota.

Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, membenarkan kejadian tersebut. Korban, yang kemudian diketahui bernama Arohim, ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya setelah kendaraan tersebut mogok di tengah genangan air.

Awalnya, mobil yang dikendarai korban mogok di tengah kemacetan, memicu klakson dari pengendara lain. Seorang saksi kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas Satlantas di lokasi, yang menemukan korban sudah tidak bernyawa saat diperiksa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi