Jakarta Utara, Minggu malam (18/1/2026), kembali menunjukkan kondisi normal setelah genangan air akibat curah hujan tinggi berhasil surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan, empat Rukun Tetangga (RT) dan sebelas ruas jalan yang sebelumnya terdampak banjir kini telah bebas dari genangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa seluruh titik genangan di wilayah Jakarta Utara telah surut hingga pukul 19.00 WIB. Penanganan cepat dari berbagai pihak menjadi kunci dalam pemulihan kondisi ini.
Peristiwa ini bermula dari intensitas hujan tinggi yang mengguyur ibu kota, menyebabkan beberapa area di Jakarta Utara terendam. Namun, koordinasi efektif antarlembaga berhasil mempercepat proses surutnya air di berbagai lokasi terdampak.
Advertisement
Advertisement
Banjir Jakarta Utara sempat melanda beberapa titik vital, namun upaya penanganan sigap memastikan pemulihan yang cepat. Mohamad Yohan merinci, satu RT di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, serta masing-masing satu RT di Kelurahan Ancol dan satu RT di Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, kini telah surut total.
Selain permukiman, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Utara juga sempat terendam. Di antaranya adalah Jalan Gaya Motor Raya di depan Kodim 0502 Kelurahan Sungai Bambu dan Jalan Agung Raya, Kelurahan Sunter Agung.
Ruas jalan lain yang terdampak termasuk Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan; Jalan Pluit Selatan Raya di depan Kantor Kecamatan Penjaringan; dan Jalan Pluit Raya, Penjaringan. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas warga, namun kini telah kembali lancar.
Advertisement
BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait bekerja keras memastikan seluruh akses jalan, seperti Jalan Tanah Merah, Penjaringan; Jalan Cakung Cilincing Raya, Rorotan, Kecamatan Cilincing; Jalan Mangga, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja; Jalan Boulevard Barat Raya; dan Raya Cakung Cilincing Rorotan, Jakarta Utara, bebas dari genangan.
Advertisement
Dalam menghadapi banjir Jakarta Utara, BPBD Provinsi DKI Jakarta mengerahkan personel secara masif untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Pemantauan ini krusial untuk memastikan respons yang tepat dan cepat di lokasi terdampak.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam strategi penanganan banjir. Unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta dilibatkan untuk melakukan penyedotan genangan.
Selain itu, upaya memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik juga menjadi prioritas, bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat. Sinergi ini bertujuan mempercepat aliran air dan mencegah genangan baru.
Advertisement
BPBD Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas, meskipun tidak ada informasi spesifik mengenai jumlah penyintas dalam laporan ini. Yohan menegaskan bahwa genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Sumber: AntaraNews