Komunitas Muslim Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam pengembangan dakwah internasional. Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) secara resmi mengumumkan keberhasilan memenangkan lelang pembelian gedung eks kantor polisi Laverton di Melbourne, Australia, yang akan dialihfungsikan menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan umat.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar IMCV di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada Minggu (18/1). Gedung eks kantor polisi itu akan dikembangkan menjadi Dakwah & Empowerment Centre, sebuah pusat pendidikan dan penguatan komunitas muslim yang dibiayai sepenuhnya melalui dana wakaf masyarakat Indonesia.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari proyek wakaf Masjid Baitul Makmur yang telah lebih dulu dikembangkan IMCV di kawasan Laverton. Hingga saat ini, IMCV telah mengamankan dua properti berupa lahan dan bangunan di 43 dan 45 Woods Street, Laverton. Dengan tambahan gedung eks kantor polisi yang berjarak sekitar 150 meter dari masjid, total area pengembangan Islamic Centre IMCV kini mencapai sekitar 1.800 meter persegi.
Advertisement
Presiden IMCV, Andri Nursafitri, menjelaskan bahwa ekspansi tersebut menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah jemaah dan aktivitas pembinaan umat Islam di Melbourne.
"Kegiatan pembinaan untuk mualaf, anak-anak, remaja hingga lansia terus meningkat. Sementara kapasitas masjid yang ada sudah tidak lagi mencukupi, terutama dalam kondisi umat Islam sebagai minoritas," ujar Andri.
Meski berhasil memenangkan lelang, IMCV saat ini menghadapi tantangan besar terkait pelunasan dana. Dari total kebutuhan sebesar Rp28 miliar untuk akuisisi gedung eks kantor polisi tersebut, dana wakaf yang telah terkumpul baru mencapai Rp14 miliar. IMCV memiliki batas waktu pelunasan hingga akhir Maret 2026.
"Jika pelunasan tidak dapat diselesaikan hingga tenggat waktu, uang muka sebesar Rp2,8 miliar yang telah disetorkan berpotensi hangus. Ini tentu akan menghilangkan peluang strategis bagi pengembangan dakwah Islam di lokasi yang sangat prestisius di Melbourne," kata Andri.
Advertisement
Untuk menjawab tantangan tersebut, IMCV menjalin sinergi dengan Cinta Quran Foundation sebagai mitra strategis dalam penggalangan dana wakaf internasional. Kolaborasi ini membuka ruang partisipasi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan sedekah dan wakaf bagi pembangunan pusat dakwah di Australia.
Fundraising Director Cinta Quran Foundation, Boby Kurniawan, mengatakan kemitraan ini merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terbangun sejak dua tahun lalu, melalui inisiasi Prof. Syafii Antonio kepada Ustaz Fatih Karim selaku Founder dan Dewan Pembina Yayasan Cinta Quran Global.
"Dengan pengalaman mendukung proyek wakaf di berbagai negara seperti Jepang dan Kanada, kami berkomitmen penuh mendukung perjuangan IMCV di Australia. Kami menjadi penghubung bagi masyarakat Indonesia yang ingin terlibat dalam amal jariyah berskala global," ujar Boby.
Advertisement
Gerakan wakaf ini juga mendapat dukungan dari sejumlah ulama dan figur publik Indonesia. Di antaranya KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Paula Verhoeven, yang telah meninjau langsung lokasi lahan wakaf IMCV di Melbourne.
"Coba bayangkan, kantor polisi dibeli oleh komunitas Indonesia untuk dijadikan gedung dakwah. Ini sebuah sejarah baru. Tim IMCV sedang menawarkan ladang amal bagi kita semua," ungkap Aa Gym.
Hal senada disampaikan Paula Verhoeven. "Saya sudah lama ingin membangun masjid. Alhamdulillah diajak Ustaz Fatih Karim untuk membantu saudara muslim di Melbourne agar memiliki tempat ibadah yang baik seperti di Indonesia," katanya.
IMCV menegaskan seluruh pengelolaan dana wakaf dilakukan secara transparan dan akuntabel di bawah kewenangan organisasi.
Kemitraan ini diharapkan menjadi tonggak penting kontribusi Indonesia dalam memperkuat peradaban global melalui pengembangan wakaf dan dakwah Islam di mancanegara.