Polisi Telah Ambil Ante Mortem Adik Co-Pilot Pesawat IAT ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros

Mabes Polri juga telah mengirimkan personel Disaster Victim Indentification (DVI). Nantinya, tim DVI ditempatkan di RS Bhayangkara Makassar.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Polisi Telah Ambil Ante Mortem Adik Co-Pilot Pesawat IAT ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros
Polisi Telah Ambil Ante Mortem Adik Co-Pilot Pesawat IAT ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros (Merdeka.com)

Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah mengambil ante mortem adik dari Co Pilot Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pangdam XIV Hasanuddin dan Kepala Basarnas Makassar untuk mengambil langkah strategis membuat pos aju atau pos terdepan saat operasi pencarian. Ia mengatakan posko ini untuk pelaksanaan operasi penyelamatan korban jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.

"Kemudian kemarin sudah disampaikan bahwa dalam rangka pembuktian terhadap korban sudah disepakati bahwa Rumah Sakit Bhayangkara sebagai rumah sakit runjukan untuk melaksanakan uji Ante Mortem," ujarnya saat jumpa pers Media Centre Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (18/1).

Djuhandhani menyebut Mabes Polri juga telah mengirimkan personel Disaster Victim Indentification (DVI). Nantinya, tim DVI ditempatkan di RS Bhayangkara Makassar.

"Di mana RS Bhayangkara yang didukung oleh DVI Mabes Polri hari ini sudah dikirim personel-personel yang membidangi hal tersebut," tuturnya.

Djuhandhani mengatakan sampai saat ini sudah mengambil sampel Ante Mortem adik kandung dari Co Pilot pesawat IAT ATR 42-500, Farhan Gunawan.

"Saat ini korban ataupun keluarga korban yang hadir untuk diperiksa atau dicek data Ante Mortem-nya ada satu orang yaitu adik kandung dari Co Pilot," ungkapnya.

Djuhandhani juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Biddokes Polda lainnya untuk mengambil sampel ante mortem keluarga yang berada di luar Sulsel.

Jemput Bola ke Keluarga Korban

"Kita mengambil langkah-langkah strategis mana kala keluarga korban tidak bisa hadir di Makassar. Kami akan memperdayakan seluruh Biddokes dengan berkoordinasi dengan Kapus Dokkes untuk jemput bola," kata dia.

"Sehingga dalam uji ante mortem dapat kita menjemput bola kepada keluarga para korban," imbuhnya.

Djuhandhani menambahkan saat ini Biddokes Polda Jabar juga sedang mengambil sampel Ante Mortem salah satu keluarga korban. Nantinya, Ante Mortem tersebut rencananya akan dikirim ke Biddokes Polda Sulsel.

"Hari ini, kami sudah menambah lagi satu data yaitu salah satu keluarga korban yang berada di Jawa Barat atau Bogor. Di mana saat ini dilaksanakan upaya pengambilan data ante mortem-nya yang dilaksanakan oleh Biddokes Polda Jabar," ucapnya.

Rekomendasi