Rehabilitasi Dampak Longsor Wisata di Colo Kudus, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp10 Miliar

Longsor sepanjang enam meter tersebut menutup akses utama keluar masuk obyek wisata yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Rehabilitasi Dampak Longsor Wisata di Colo Kudus, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp10 Miliar
Rehabilitasi Dampak Longsor Wisata di Colo Kudus, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp10 Miliar (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk merehabilitasi obyek wisata Colo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasi tersebut terdampak bencana longsor.

"Kami akan alokasikan sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan di wisata Colo ini," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Longsor sepanjang enam meter tersebut menutup akses utama keluar masuk obyek wisata yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

Rehabilitasi akan segera dilakukan agar akses lalu lintas kendaraan kembali lancar, terutama menjelang bulan Sya'ban yang diperkirakan akan ramai pengunjung ziarah ke Makam Sunan Muria. 

Bahkan nantinya banyak pelaku UMKM yang bergantung pada destinasi wisata tersebut, sehingga rehabilitasi mendesak dilakukan.

"Langkah awal memastikan bus bisa naik ke atas. Seperti hari ini tadi ada 12 bus yang urung naik. Padahal bulan depan sudah Sya'ban, di mana ratusan bus biasanya datang untuk berziarah," ungkapnya. 

Penyebab Akibat Hujan

Penyebab Bencana dan Penanganan Awal Bencana longsor dan banjir terjadi akibat hujan intensitas tinggi di wilayah Kudus sejak 9 Januari 2026, yang menyebabkan meluapnya Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen serta tanggul jebol.

Dinas terkait bersama warga dan relawan juga melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag atau karung pasir dan cerucuk bambu untuk menahan laju air. 

Pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah jembatan desa, terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi, juga terus diupayakan untuk mencegah luapan air ke jalan. Hingga kini, enam kecamatan di Kudus terdampak bencana banjir dengan total 12.650.000 jiwa terdampak.

6 Kecamatan Kudus Terdampak Banjir

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan saat ini juga ada enam kecamatan di Kudus yang terdampak bencana banjir. Ada sebanyak 12.650.000 jiwa yang terdampak dalam bencana tersebut.

"Harapan kami bencana di wilayah ini segera berlalu, sehingga ekonomi masyarajat akan baik kembali," kata Sam'ani.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, melaporkan bahwa logistik telah disalurkan ke tiga kabupaten yang terkena bencana. 

"Dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana," kata dia.

Bantuan logistik bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN, meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kids ware, serta pakaian anak dan dewasa.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, nilai logistik yang disalurkan untuk bencana di Jepara adalah Rp 140.755.720, Kabupaten Pati Rp 133.306.218, dan Kabupaten Kudus Rp 188.014.483. Selain bantuan logistik

Rekomendasi