Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan ini berlaku mulai tanggal 10 hingga 12 Januari 2026. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Ni Putu Nonik Prianti, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah NTT berpeluang mengalami hujan lebat. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor meteorologis yang signifikan. Kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul.
Potensi hujan deras di NTT ini dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, persiapan dan mitigasi dini sangat diperlukan bagi seluruh warga.
Advertisement
Advertisement
Penyebab utama peningkatan intensitas hujan di NTT adalah adanya pusat tekanan rendah di timur laut Australia. Kondisi ini menciptakan daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin yang signifikan di sekitar wilayah NTT. Akibatnya, massa uap air terkonsentrasi dan memicu pembentukan awan hujan.
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer tropis Madden Julian Oscillation (MJO) turut berkontribusi besar. MJO adalah fenomena pergerakan awan dan hujan yang bergerak ke arah timur di sepanjang ekuator. Kehadiran MJO memperkuat potensi terjadinya hujan lebat di wilayah tersebut.
Kombinasi dari kedua fenomena ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif. Hal ini menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan di berbagai daerah. BMKG terus memantau perkembangan cuaca untuk memberikan informasi terbaru kepada publik.
Advertisement
Advertisement
BMKG telah merinci wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat selama periode peringatan dini. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, hujan diperkirakan melanda Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, dan Sumba Timur.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, potensi cuaca serupa diprediksi terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Pulau Sumba. Hampir seluruh wilayah NTT perlu meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, pada Senin, 12 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Pulau Sumba. Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk selalu siaga.
Advertisement
Advertisement
Hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dapat menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Hindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang. Pastikan saluran air tidak tersumbat untuk mencegah genangan air atau banjir.
BMKG juga menyediakan berbagai kanal informasi cuaca dan peringatan dini yang dapat diakses publik. Masyarakat dapat menghubungi Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang melalui nomor (0380) 881613 atau WhatsApp 0811-3940-4264. Aplikasi Info BMKG (iOS dan Android) serta akun media sosial @infobmkgeltari juga menjadi sumber informasi yang valid dan terpercaya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews