Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri. Apresiasi ini diberikan menyusul keberhasilan Baznas dalam mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang mencapai angka Rp7,6 miliar sepanjang tahun 2025. Capaian luar biasa ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya dan menjadi cerminan kepercayaan masyarakat.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, secara langsung mengungkapkan kebanggaannya setelah bertemu dengan pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di wilayah tersebut pada hari Rabu. Menurut Bupati, transparansi pengelolaan dana ZIS oleh Baznas menjadi kunci utama di balik peningkatan kepercayaan para muzaki. Kejelasan laporan penyaluran dana membuat masyarakat yakin bahwa sumbangan mereka tersalurkan dengan tepat sasaran.
Angka pengumpulan ZIS sebesar Rp7,6 miliar tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan, tetapi juga melampaui target yang ditetapkan oleh Baznas Jawa Timur. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk semakin tertib dalam penyetoran. Hal ini guna memastikan manfaat ZIS dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Kediri.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Signifikan dan Keterbukaan Baznas Kediri
Capaian Pengumpulan ZIS Kediri pada tahun 2025 yang mencapai Rp7,6 miliar merupakan prestasi yang patut diacungi jempol. Angka ini berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Baznas Jawa Timur, yaitu sebesar Rp4,6 miliar, dengan surplus mencapai 66 persen. Peningkatan ini menunjukkan tren positif yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa keterbukaan merupakan faktor krusial dalam membangun kepercayaan publik. Dengan laporan yang transparan, para muzaki dapat melihat langsung bagaimana dana yang mereka salurkan benar-benar didistribusikan kepada yang berhak. Ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui Baznas Kabupaten Kediri.
Peningkatan Pengumpulan ZIS Kediri juga terlihat dari perbandingan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, dari target pengumpulan ZIS sebesar Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri sukses mengumpulkan Rp7,4 miliar. Konsistensi dalam melampaui target ini membuktikan efektivitas sistem pengelolaan dan penyaluran yang diterapkan oleh Baznas setempat.
Advertisement
Bupati berharap, dengan adanya keterbukaan laporan dan ketertiban UPZ di setiap OPD, target capaian Pengumpulan ZIS Kediri akan terus meningkat. Hal ini akan memungkinkan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan untuk menerima manfaat dari dana ZIS. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi pendorong utama bagi Baznas untuk terus berinovasi.
Advertisement
Distribusi ZIS yang Komprehensif untuk Kesejahteraan Masyarakat
Ketua Baznas Kabupaten Kediri, HM. Iffatul Lathoif atau akrab disapa Gus Thoif, menjelaskan bahwa dana Pengumpulan ZIS Kediri yang terkumpul didistribusikan untuk berbagai program kesejahteraan. Program-program ini mencakup pemberian paket bahan pokok dan biaya hidup bagi kaum duafa, serta penyediaan makanan bergizi. Fokus utama adalah membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
Selain itu, Baznas Kabupaten Kediri juga aktif dalam bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa bagi santri dan siswa. Salah satu program unggulan adalah "satu keluarga satu sarjana", yang pada awalnya membina 82 individu. Gus Thoif berencana untuk meningkatkan jumlah binaan ini menjadi 100 orang, menunjukkan komitmen Baznas terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Distribusi dana ZIS juga menjangkau kebutuhan dasar lainnya, seperti pemberian biaya hidup rutin untuk fakir dan lansia, serta bantuan untuk marbot masjid. Santunan yatim piatu, program bedah rumah atau RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dan bantuan untuk mualaf juga menjadi prioritas. Ini menunjukkan cakupan luas program yang dijalankan Baznas.
Advertisement
Fasilitas umum juga tidak luput dari perhatian, dengan adanya bantuan untuk sarana dan prasarana pendidikan, masjid, serta musala. Baznas juga menyediakan bantuan biaya transportasi untuk pengobatan rutin dan pemberian alat bantu jalan bagi yang membutuhkan. Seluruh upaya ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
Advertisement
Transparansi dan Akuntabilitas Melalui Audit Kementerian Agama
Aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Pengumpulan ZIS Kediri oleh Baznas Kabupaten Kediri telah teruji melalui audit. HM. Iffatul Lathoif mengungkapkan bahwa Baznas Kabupaten Kediri merupakan salah satu lembaga di Jawa Timur yang telah diaudit oleh auditor dari Kementerian Agama. Proses audit ini memastikan bahwa pengelolaan dana dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.
Gus Thoif menyatakan rasa syukurnya atas hasil audit yang menunjukkan penilaian baik secara umum. Keberhasilan dalam audit ini menjadi bukti nyata komitmen Baznas Kabupaten Kediri terhadap pengelolaan dana yang profesional dan bertanggung jawab. Hal ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat ini.
Audit oleh Kementerian Agama merupakan langkah penting untuk menjamin bahwa dana ZIS dikelola dengan integritas dan efisiensi. Dengan hasil audit yang positif, Baznas Kabupaten Kediri dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan program-programnya. Ini juga menjadi contoh bagi Baznas di daerah lain untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan ZIS.
Advertisement
Sumber: AntaraNews