Pada malam pergantian tahun baru, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Seruan ini disampaikan setelah beliau meninjau langsung aktivitas warga di kawasan Simpang Lima Kota Banda Aceh pada Kamis dini hari. Illiza menekankan pentingnya mendoakan saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera.
Ajakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati yang mendalam terhadap penderitaan para korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah. Beban berat yang dirasakan oleh masyarakat terdampak membutuhkan dukungan moral dan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, melalui doa bersama, Allah SWT akan memberikan jalan keluar terbaik dan mempercepat proses pemulihan bagi mereka yang tertimpa musibah.
Momen pergantian tahun ini menjadi pengingat bahwa di tengah suka cita, ada saudara sebangsa yang membutuhkan uluran doa dan kepedulian. Illiza juga berharap agar bencana serupa tidak terulang kembali, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Muhasabah dan Doa Bersama di Tahun Baru
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, secara khusus mengimbau masyarakat untuk mengisi malam pergantian Tahun Baru dengan kegiatan reflektif. Beliau mengajak warga untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga bermuhasabah dan mengintrospeksi diri atas segala hal yang telah terjadi. Imbauan ini merupakan bentuk kepedulian mendalam terhadap kondisi sosial dan spiritual masyarakat.
Lebih lanjut, Illiza juga mengajak seluruh warga untuk mendoakan keluarga dan saudara yang sedang tertimpa musibah. Fokus doa ditujukan kepada para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatera. Doa bersama diharapkan dapat meringankan beban mereka dan mempercepat proses pemulihan dari dampak bencana.
"Malam ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri, serta ikut mendoakan keluarga dan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," kata Illiza Sa'aduddin Djamal. Beliau berharap empati dapat tumbuh di kalangan masyarakat, mengingat beratnya penderitaan yang dialami para korban.
Advertisement
Advertisement
Banda Aceh Tanpa Perayaan Kembang Api di Malam Tahun Baru
Dalam kesempatan yang sama, Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa tidak ada perayaan Tahun Baru dengan membakar petasan atau kembang api di Banda Aceh. Kebijakan ini telah menjadi tradisi yang berlangsung sangat lama di kota tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Banda Aceh dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Meskipun tidak ada perayaan meriah, jalanan Kota Banda Aceh tetap dipadati oleh masyarakat. Kondisi ini terjadi karena adanya libur keesokan harinya, mendorong warga untuk keluar rumah dan menikmati suasana kota. Akibatnya, beberapa titik sempat mengalami kemacetan meskipun tidak ada acara khusus.
Namun, Illiza mencatat adanya penurunan signifikan jumlah warga yang beraktivitas di malam pergantian tahun. Penurunan ini terlihat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini mungkin mencerminkan kesadaran masyarakat untuk lebih fokus pada kegiatan yang bermakna, seperti doa dan refleksi, sesuai imbauan Wali Kota Banda Aceh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews