Kapolres Banjar Imbau Jamaah Sekumpul Tidak Terobos Banjir Menuju Martapura

Kapolres Banjar Imbau Jamaah Sekumpul untuk tidak menerobos banjir yang menggenangi jalur menuju Martapura demi keselamatan, mengingat puncak acara Haul Guru Sekumpul akan segera tiba.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolres Banjar Imbau Jamaah Sekumpul Tidak Terobos Banjir Menuju Martapura
Kapolres Banjar Imbau Jamaah Sekumpul untuk tidak menerobos banjir yang menggenangi jalur menuju Martapura demi keselamatan, mengingat puncak acara Haul Guru Sekumpul akan segera tiba. (AntaraNews)

Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bersiap menyambut jutaan jamaah yang akan menghadiri pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah, atau Haul ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Namun, persiapan ini diwarnai tantangan serius berupa genangan banjir di beberapa ruas jalan utama dan alternatif menuju Kota Martapura. Situasi ini mendorong pihak kepolisian untuk mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh jamaah yang akan datang.

Kapolres Banjar, AKBP Fadli, secara tegas meminta para jamaah Sekumpul agar tidak menerobos genangan air demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan mereka menuju lokasi acara. Imbauan ini disampaikan pada Sabtu, 27 Desember, menyikapi kondisi jalan yang terdampak banjir.

Kapolres Banjar AKBP Fadli menjelaskan bahwa dua jalur alternatif utama yang biasanya menjadi pilihan jamaah kini tergenang banjir. Kondisi ini berpotensi menghambat perjalanan dan menimbulkan risiko bagi para pengguna jalan. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan mencari informasi terkini mengenai rute perjalanan.

Jalan Martapura Lama, yang sering digunakan oleh jamaah dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, saat ini tidak dapat dilalui dengan aman karena genangan air. Demikian pula dengan jalan bypass Mataraman menuju Sungai Ulin, Banjarbaru, yang merupakan jalur favorit bagi jamaah dari wilayah hulu sungai Kalimantan Selatan termasuk mereka yang datang dari Kalimantan Timur, juga mengalami kondisi serupa.

Dalam kondisi normal, kedua jalan ini sangat disarankan sebagai rute alternatif untuk mengurai kemacetan di Jalan Ahmad Yani, jalur utama menuju Martapura. Namun, dengan adanya banjir, opsi ini menjadi tidak memungkinkan, sehingga memerlukan penyesuaian rute bagi para jamaah. Situasi ini menuntut kesabaran dan pengertian dari semua pihak yang terlibat dalam perjalanan menuju Haul Guru Sekumpul.

Kapolres Fadli menekankan pentingnya keselamatan di atas segalanya, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh genangan air. "Saat ini sejumlah jalan alternatif menuju Kota Martapura tergenang, kami harap para jamaah Sekumpul agar bersabar dan menahan diri tidak menerobos banjir," kata dia di Martapura, Sabtu.

Meskipun ada kendala banjir, antusiasme jamaah untuk menghadiri Haul Guru Sekumpul tetap tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangan, sepanjang Sabtu siang hingga malam, jamaah Sekumpul mulai berdatangan ke Martapura. Arus kedatangan ini menyebabkan peningkatan signifikan pada kepadatan lalu lintas.

Jalan Ahmad Yani, sebagai jalur utama, mengalami peningkatan kepadatan arus kendaraan yang mencolok, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Situasi ini diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak acara. Pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan personel untuk mengelola kepadatan ini.

Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dan lalu lintas. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus jamaah dan meminimalisir potensi kemacetan. Pengaturan lalu lintas yang efektif menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan jumlah kendaraan di jalan-jalan utama menuju Martapura.

Puncak acara pengajian rutin 5 Rajab di Sekumpul dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 28 Desember, setelah Shalat Maghrib. Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari tiga juta jamaah, angka yang serupa dengan partisipasi pada tahun sebelumnya.

Mengingat jumlah jamaah yang sangat besar dan kondisi jalan yang terdampak banjir, keselamatan menjadi prioritas utama. Imbauan dari Kapolres Banjar merupakan langkah proaktif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Para jamaah diharapkan dapat mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk memastikan semua aspek keamanan dan kenyamanan jamaah terpenuhi. Informasi terkini mengenai kondisi jalan dan rute alternatif akan terus disampaikan kepada masyarakat. Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk kesuksesan dan kelancaran acara keagamaan berskala besar ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi