Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui pasokan listrik di sejumlah wilayah Aceh masih terkendala selama tiga pekan. Suplai listrik untuk empat kabupaten di provinsi tersebut belum bisa 100 persen setelah dihantam bencana banjir bandang dan longsor.
"Perlu saya sampaikan bahwa ada beberapa kendala hampir 3 minggu untuk urusan listrik di wilayah Sumatra. Di Aceh ada 4 kabupaten yang masih nyalanya di bawah 50 persen. Kabupaten apa itu, Aceh Tamiang, Benar Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah," kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12).
Advertisement
Penyebab Listrik Belum Pulih
Bahlil mengatakan suplai listrik itu belum pulih bukan karena mesin listriknya, tetapi gara-gara pembangkit alias power plant yang belum bisa tersuplai penuh.
"Tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah. Ada sebagian jalan yang baru selesai, ada sebagian daerah yang masih banjir," imbuh dia.
"Jadi andaikan pun kalau itu dihidupkan, itu akan berdampak pada keselamatan saudara-saudara kita yang ada di sana," ujar Bahlil.
Keempat wilayah tersebut masih dilakukan pemadaman bergilir. Lantaran infrastruktur jaringan dan tower listrik yang belum bisa dibangun kembali. "Ada yang sudah dibangun, jatuh lagi," ujar dia.
Di sisi lain, Bahlil bersyukur wilayah-wilayah lainnya di Aceh sudah bisa tersengat secara penuh. Dia mencontohkan Banda Aceh yang sukses terlistriki secara penuh pada Kamis (18/12) malam.
"Kami harus sampaikan secara data terkini bahwa Banda Aceh semalam, Alhamdulillah puji Tuhan sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana," tutur Bahlil.
"Tapi secara backbone dari pada Sumatra, kemudian Bireun, kemudian Arun, itu semua sudah terhubung. InsyaAllah kalau di tower-tower rendah atau tiang-tiang yang rendah infrastrukturnya sudah selesai, maka itu bisa kita selesaikan," pungkasnya.