Jembatan Bailey sepanjang 18 meter di Sikabau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kini telah rampung dibangun oleh personel TNI. Proyek vital ini berhasil membuka kembali akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat dampak bencana alam di wilayah tersebut. Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan oleh ribuan masyarakat setempat.
Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, secara langsung meninjau pengoperasian jembatan pada Minggu lalu. Beliau memastikan bahwa jembatan tersebut sudah seratus persen siap digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Pembangunan cepat ini merupakan respons atas instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Proses pengerjaan jembatan ini hanya memakan waktu kurang dari enam hari berkat kerja keras personel TNI dari Denzipur 2 Payakumbuh. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memulihkan aktivitas perekonomian serta mobilisasi warga di Nagari Ranah Koto Tinggi dan nagari pesisir lainnya. Jembatan ini menjadi solusi sementara sebelum dibangunnya jembatan permanen.
Advertisement
Advertisement
TNI Gerak Cepat Pulihkan Akses Pasca Bencana
Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan kesiapan TNI untuk membangun jembatan yang rusak terdampak bencana. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden agar perekonomian dan aktivitas masyarakat kembali normal di daerah terisolasi. Jembatan Bailey di Sikabau Pasaman Barat adalah salah satu dari empat jembatan yang dibangun di wilayah Kodam XX Tuanku Imam Bonjol.
Tiga jembatan sudah selesai seratus persen, termasuk di Sikabau Pasaman Barat, sementara satu lainnya di Padang Pariaman sudah mendekati rampung. "Berdasarkan perintah dari Pak Presiden, kami siap membangun jembatan yang rusak terdampak bencana hingga ke daerah terisolasi agar perekonomian dan aktivitas masyarakat kembali normal," ujar Pangdam. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat sangat diharapkan dalam masa pemulihan ini.
Pangdam juga berdiskusi dengan Bupati Pasaman Barat Yulianto dan masyarakat yang terdampak bencana. Beliau meminta warga tetap semangat dan bersama-sama melakukan pemulihan setelah bencana alam. Selain itu, satu unit helikopter yang membawa rombongan Pangdam juga menyalurkan sejumlah bantuan bahan pokok untuk masyarakat terdampak banjir.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Jembatan Bailey bagi Warga Sikabau
Jembatan Bailey Sikabau ini sangat vital untuk kehidupan dan kelangsungan pergerakan perekonomian masyarakat. Aktivitas perekonomian dan mobilisasi ribuan warga di Nagari Ranah Koto Tinggi serta nagari lain yang berada di pesisir pantai Kabupaten Pasaman Barat sudah kembali normal. Kondisi ini sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur yang parah.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia dan personel TNI. "Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat kami berterima kasih, karena TNI sudah banyak membantu masyarakat Pasaman Barat," ujarnya. Beliau menyebut bahwa petugas bekerja siang dan malam, menyelesaikan proyek jembatan tersebut dalam waktu kurang dari enam hari.
Salah seorang warga Sikabau, Yuslan Lubis, juga mengucapkan ribuan terima kasih atas kerja keras personel TNI dari Denzipur 2 Payakumbuh. "Tidak hanya segera penghubung untuk transportasi, tapi juga untuk perhatian pemerintahan pusat ke daerah terisolasi Pasaman Barat yang terdampak bencana," katanya. Personel TNI bersama masyarakat akan tetap bahu-membahu untuk memulihkan kondisi bencana yang terjadi di Pasaman Barat.
Advertisement
Pemkab Pasaman Barat berencana melaporkan kerusakan fasilitas umum, terutama jembatan dan jalan, kepada pemerintah pusat. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat segera diberikan untuk pembangunan jembatan permanen di masa pemulihan bencana. Bupati juga meminta masyarakat untuk merawat dan menjaga jembatan Bailey ini sebagai aset penting.
Sumber: AntaraNews