Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Belum Terungkap, Tim Forensik Masih Terkendala

Penyebab kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang belum dipastikan. Tim Puslabfor masih terkendala pendinginan lokasi.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Belum Terungkap, Tim Forensik Masih Terkendala
Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Belum Terungkap, Tim Forensik Masih Terkendala (Merdeka.com)

Pemeriksaan forensik yang dilakukan masih menghadapi kendala karena kondisi bangunan gedung Terra Drone baru selesai proses pendinginan pascakebakaran.

Kepala Bidang Fisika Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, Romylus Tamtelahitu, menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan dua tim khusus, yakni tim analisis kebakaran serta tim kimia-biologi, untuk membantu penyelidikan atas permintaan Polres Jakarta Pusat.

Pemeriksaan berlangsung sejak sore hari hingga sekitar pukul 19.30 WIB. Tim kebakaran berusaha menelusuri titik awal api sekaligus menguji kemungkinan sumber percikan. Namun, kondisi di dalam gedung membuat penyisiran belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Untuk sementara kami masih melakukan pendalaman. Sebagaimana teman-teman ketahui tadi, proses pendinginan tadi dilakukan sudah menjelang malam hari, sehingga ini tentu saja menjadi salah satu obstacle ataupun kendala,” kata Romylus dalam keterangannya, Selasa (9/12).

Ia juga menyebutkan bahwa saksi kunci yang berada di lokasi saat kejadian belum bisa diperiksa secara optimal karena masih dalam kondisi terguncang.

“Mari kita doakan agar saksi bisa pulih, dan setelah nanti dapat memberikan informasi dan juga keterangan kepada kami dan juga penyidik, kami akan lakukan kembali pendalaman,” ujarnya.

Kondisi Korban Utuh Tak Perlu Tes DNA

Sementara itu, tim kimia-biologi memastikan bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi utuh sehingga proses identifikasi tidak memerlukan pemeriksaan DNA. Seluruh jenazah dapat dikenali melalui ciri fisik dan identitas yang melekat.

“Oleh karena itu, untuk kegiatan pemeriksaan secara forensik oleh Tim Kimbiofor yang seyogyanya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pemeriksaan DNA tidak perlu dilakukan karena kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali,” ujar Romylus.

Terkait dugaan awal adanya ledakan baterai di lantai satu gedung, Romylus menyatakan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman. Tim forensik masih mengumpulkan barang bukti dari area yang diduga menjadi titik awal munculnya api.

“(Terkait baterai) Untuk sementara memang kami masih mengumpulkan barang bukti. Dugaan awal memang berada di lantai 1. Namun nanti kita masih tetap terus dalami, teman-teman. Nanti setelah sudah selesai, kita akan menyampaikan hasilnya lengkap dengan didampingi oleh Penyidik,” tandasnya.

Rekomendasi