Dinsos Aceh Intensifkan LDP Anak Terdampak Banjir, Pulihkan Trauma di Bireuen dan Pidie Jaya

Dinas Sosial Aceh terus mengintensifkan program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak terdampak banjir. Upaya ini difokuskan di Bireuen dan Pidie Jaya untuk memulihkan trauma pascabencana serta mengembalikan keceriaan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinsos Aceh Intensifkan LDP Anak Terdampak Banjir, Pulihkan Trauma di Bireuen dan Pidie Jaya
Dinas Sosial Aceh terus mengintensifkan program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak terdampak banjir. Upaya ini difokuskan di Bireuen dan Pidie Jaya untuk memulihkan trauma pascabencana serta mengembalikan keceriaan mereka. (AntaraNews)

Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pemulihan pascabencana. Fokus utama saat ini adalah pengintensifan program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang ditujukan khusus bagi kelompok anak-anak terdampak banjir. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesejahteraan psikologis anak-anak di tengah masa sulit.

Program LDP ini tidak hanya berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang. Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menegaskan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap trauma yang dialami anak-anak. "Upaya pemulihan psikologis tidak boleh terhenti setelah fase tanggap darurat, karena trauma yang dialami anak-anak harus menjadi perhatian utama," ujarnya di Banda Aceh, Sabtu.

Tim LDP Dinas Sosial Aceh akan melakukan pendampingan langsung di dua wilayah yang paling terdampak, yakni Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi traumatis yang masih dirasakan oleh para penyintas, khususnya anak-anak. Harapannya, mereka dapat merasa aman, ceria, dan mampu bangkit kembali setelah menghadapi bencana banjir.

Fokus Pemulihan Psikologis Anak Pascabencana

Pemulihan psikologis anak-anak pascabencana banjir menjadi prioritas utama Dinas Sosial Aceh. Chaidir menekankan bahwa program LDP ini dirancang untuk memberikan dukungan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa dampak emosional dan psikologis dari bencana dapat diminimalisir.

Tim LDP secara khusus menargetkan anak-anak yang menunjukkan gejala trauma atau kecemasan. Pendekatan yang digunakan adalah melalui aktivitas interaktif dan terapeutik. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka memproses pengalaman sulit dan membangun kembali resiliensi.

Selain itu, program ini juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak. Lingkungan yang aman dan nyaman sangat penting untuk proses pemulihan. Dengan demikian, anak-anak dapat kembali berinteraksi dan menjalani kehidupan normal mereka.

Pendampingan LDP di Kabupaten Bireuen

Di Kabupaten Bireuen, tim LDP Dinas Sosial Aceh telah memulai pendampingan intensif bagi anak-anak terdampak banjir. Sebanyak 80 anak pengungsi dari Desa Blang Panjoh, Kecamatan Peusangan, menjadi sasaran utama program ini. Mereka mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang khusus untuk mengurangi trauma.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi permainan edukatif, sesi bercerita, dan ekspresi seni. Semua aktivitas ini bertujuan untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan pada anak-anak. Pendampingan ini merupakan bagian dari layanan LDP yang mencakup empat kecamatan sasaran di Bireuen.

Pelaksanaan layanan di Bireuen melibatkan enam personel LDP Dinas Sosial Aceh. Tim ini dipimpin langsung oleh Sri Wahyuni, AKS, yang memiliki pengalaman dalam penanganan psikososial. Kehadiran tim profesional diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.

Implementasi LDP di Kabupaten Pidie Jaya

Selain Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya juga menjadi fokus utama program LDP anak terdampak banjir. Layanan ini ditujukan untuk dua kecamatan terdampak dengan target manfaat yang lebih luas. Selain 80 anak, program ini juga mencakup 35 lanjut usia (lansia) dan 2 ibu hamil yang membutuhkan dukungan psikologis.

Pelaksanaan layanan di Pidie Jaya dipusatkan di Gedung Taheer Foundation/Dinas Sosial Pidie Jaya. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi hari pukul 10.00–12.30 WIB dan sore hari pukul 17.00–18.00 WIB. Fleksibilitas waktu ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Hingga saat ini, sebanyak 55 anak telah mengikuti pendampingan melalui berbagai metode inovatif. Metode tersebut meliputi role play, art therapy, permainan kerja sama, hingga latihan regulasi emosi. Kegiatan ini dipimpin oleh Rita Mayasari selaku Penanggung Jawab LDP bersama tujuh personel LDP Dinas Sosial Aceh.

Asesmen Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Tim LDP Dinas Sosial Aceh tidak hanya fokus pada aspek psikologis, tetapi juga melakukan asesmen lanjutan. Asesmen ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak lainnya bagi para pengungsi. Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa semua aspek kesejahteraan pengungsi diperhatikan.

Dari hasil asesmen awal, ditemukan beberapa kebutuhan krusial yang memerlukan penanganan segera. Salah satunya adalah minimnya fasilitas sanitasi yang memadai di lokasi pengungsian. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru jika tidak segera diatasi.

Selain itu, tim juga mengidentifikasi kebutuhan layanan medis tambahan bagi kelompok rentan. Kelompok ini termasuk lansia dan ibu hamil yang menjadi bagian dari penerima manfaat LDP. Dinas Sosial Aceh berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesak ini demi pemulihan menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi