BPBD Sulteng Laporkan Dua Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Buol, Delapan Jiwa Mengungsi

Angin Kencang Buol melanda Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, mengakibatkan dua rumah rusak dan delapan jiwa mengungsi. BPBD Sulteng berkoordinasi untuk bantuan mendesak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Sulteng Laporkan Dua Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Buol, Delapan Jiwa Mengungsi
Bencana Angin Kencang Buol melanda Kelurahan Leok I, menyebabkan dua rumah rusak dan delapan jiwa mengungsi, termasuk seorang bayi. BPBD Sulteng berkoordinasi untuk bantuan mendesak dan hunian sementara. (AntaraNews)

Bencana alam berupa angin kencang dilaporkan melanda wilayah Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Insiden ini menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan dan memaksa beberapa warga untuk mengungsi dari kediaman mereka. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengonfirmasi kejadian ini dan sedang melakukan koordinasi penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menyatakan bahwa peristiwa angin kencang Buol tersebut terjadi pada Jumat, 29 November 2025, sekitar pukul 17.15 WITA. Angin berkecepatan tinggi ini menyebabkan tiang-tiang rumah bergerak dan beberapa di antaranya bahkan rubuh, menciptakan kondisi darurat bagi warga setempat. Dampak langsung dari kejadian ini adalah kerusakan fisik pada properti warga.

Akibat dari terjangan angin kencang Buol ini, dua kepala keluarga yang terdiri dari delapan jiwa terpaksa mengungsi, termasuk satu bayi yang masih sangat membutuhkan perhatian khusus. BPBD Sulteng kini fokus pada penyediaan bantuan darurat dan memastikan keselamatan para korban. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Dampak Kerusakan dan Jumlah Korban Angin Kencang Buol

Peristiwa angin kencang Buol yang terjadi di Kelurahan Leok I meninggalkan jejak kerusakan yang nyata. Berdasarkan laporan dari BPBD Sulteng, dua unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Satu rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sementara satu rumah lainnya mengalami rusak ringan, menunjukkan variasi dampak dari kekuatan angin tersebut.

Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga pada kehidupan warga. Total delapan jiwa dari dua kepala keluarga terpaksa mengungsi. "Untuk jumlah pengungsi sebanyak dua kepala keluarga dengan delapan jiwa, termasuk satu jiwa bayi," kata Akris Fattah Yunus, Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Minggu. Keberadaan bayi di antara para pengungsi menambah urgensi penanganan dan penyediaan fasilitas yang layak.

Selain kerusakan struktural, situasi di lapangan juga menunjukkan bahwa warga setempat harus menghadapi kondisi barang dan peralatan rumah tangga yang terendam air. Hal ini menambah daftar kerugian material yang dialami oleh korban angin kencang Buol. Upaya evakuasi barang-barang ini menjadi prioritas awal yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat.

Kebutuhan Mendesak dan Respon Cepat BPBD

Menyikapi dampak dari angin kencang Buol ini, BPBD Sulteng telah mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak bagi para korban. Prioritas utama adalah penyediaan logistik dasar untuk kebutuhan sehari-hari serta hunian sementara yang layak. "Kebutuhan mendesak saat ini untuk masyarakat yakni logistik dan penyediaan hunian sementara untuk korban bencana," ucap Akris Fattah Yunus.

Respon cepat juga ditunjukkan oleh masyarakat setempat yang secara aktif terlibat dalam upaya penanganan awal. Warga bergotong royong membantu mengevakuasi barang dan peralatan yang terdampak. Semangat kebersamaan ini sangat membantu dalam meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan di tingkat komunitas.

BPBD Sulteng tidak bekerja sendiri dalam menangani bencana angin kencang Buol ini. Koordinasi erat terus dilakukan dengan BPBD Kabupaten Buol untuk memastikan bantuan dan evakuasi terhadap masyarakat di Kelurahan Leok I berjalan efektif. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan penanganan situasi darurat secara komprehensif.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua korban mendapatkan perhatian dan bantuan yang diperlukan secepat mungkin. Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan dan merencanakan langkah-langkah rehabilitasi pasca-bencana. Komitmen BPBD adalah untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali pulih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi