Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Ratu Isyana Bagoes Oka menyerukan penguatan peran ayah dalam keluarga. Seruan ini bertujuan untuk mempererat ikatan kekeluargaan melalui aktivitas fisik dan olahraga bersama anak-anak. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Oka dalam acara lari bertajuk "Run to Hero: Keterlibatan Ayah dalam Menyemangati Anak" di Jakarta pada hari Minggu. Acara ini berhasil mengumpulkan 1.250 peserta yang antusias. Kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk mempromosikan pentingnya keterlibatan ayah dalam praktik pengasuhan.
Oka menegaskan bahwa peran ayah dalam keluarga melampaui sekadar mendukung ibu. Ayah adalah fondasi penting untuk pengasuhan anak yang seimbang dan komprehensif. Melalui kegiatan seperti "Run to Hero", terlihat bagaimana ayah hadir, berlari, dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak
"Peran seorang ayah melampaui sekadar mendukung ibu; mereka berfungsi sebagai fondasi untuk pengasuhan anak yang seimbang," kata Oka. Ia menambahkan bahwa keterlibatan ayah sangat krusial dalam membantu bangsa mencetak generasi berkualitas. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan ibu untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan fisik serta mental anak.
Wakil Menteri itu menyoroti bahwa baik ibu maupun ayah memiliki peran esensial dalam memenuhi kebutuhan anak. Kebutuhan tersebut meliputi kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan nutrisi yang memadai. Fokus pada ayah, Oka mencatat bahwa kehadiran mereka dapat meningkatkan pertumbuhan kognitif anak secara signifikan.
Selain itu, kehadiran ayah juga membantu anak mengembangkan disiplin diri dan kepercayaan diri yang kuat. Peran ayah dalam keluarga yang aktif menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Keterlibatan ini membentuk karakter anak sejak dini.
Advertisement
Advertisement
Mengatasi Tantangan dan Membangun Kesadaran Publik
Oka mengungkapkan data Keluarga 2025 pemerintah menunjukkan bahwa 25,8 persen keluarga, atau satu dari empat rumah tangga, berada dalam kondisi ketiadaan sosok ayah. Tren yang mengkhawatirkan ini telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan perhatian pada program-program pengembangan keluarga. Ini menunjukkan urgensi penguatan peran ayah dalam keluarga.
Ia menjelaskan bahwa "Run to Hero" bukan sekadar aktivitas olahraga semata. Acara ini merupakan platform untuk meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas. Tujuannya adalah menyeimbangkan peran ibu dan ayah dalam mengasuh anak.
"Biarkan lari hari ini menjadi stimulus bagi kita semua untuk menjadi pahlawan keluarga kita," ujarnya. Oka mendesak masyarakat untuk memulai dengan tindakan harian yang sederhana dan konsisten. Ini dilakukan demi memperkuat hubungan keluarga.
Advertisement
Advertisement
Membangun Generasi Unggul Melalui Keterlibatan Ayah
Oka lebih lanjut menggarisbawahi perlunya orang tua untuk bekerja sama dalam menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka. Hal ini mencakup memastikan kesehatan dan nutrisi yang tepat. Selain itu, orang tua juga perlu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Panduan penggunaan gawai yang bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dari peran ayah dalam keluarga. Menciptakan lingkungan rumah yang penuh hormat dan kasih sayang adalah kunci. Lingkungan ini akan mendukung perkembangan emosional anak.
"Jika setiap keluarga menerapkan langkah-langkah ini, saya yakin Indonesia akan menghasilkan generasi talenta yang sehat, cerdas, kuat, berkarakter, dan kompetitif," pungkasnya. Keterlibatan aktif ayah adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews