Tim gabungan dari Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo berhasil mengamankan seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia. Penangkapan ini terjadi pada Jumat, 28 November 2024, di pemukiman Jalur 1, tepat di depan Pangkalan 88, Dekai, Yahukimo. Tersangka yang berhasil ditangkap adalah Iron Heluka, yang diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan menyusul laporan adanya keributan di lokasi kejadian. Saat personel tiba, tiga orang terlihat sedang membakar lapak gorengan, dan tim segera bergerak untuk menghentikan aksi tersebut. Dua rekan Iron Heluka berhasil melarikan diri sebelum dapat diamankan oleh petugas.
Iron Heluka kini telah dibawa ke Polres Yahukimo di Dekai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Papua, khususnya terkait dengan aktivitas kelompok kriminal bersenjata yang kerap meresahkan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penangkapan dan Keterlibatan KKB
Penangkapan Iron Heluka bermula dari informasi keributan yang diterima oleh Polres Yahukimo. "Saat personel tiba di lokasi, terdapat tiga orang sedang melakukan pembakaran lapak gorengan, kemudian anggota berupaya menghentikannya dan menangkap Iron Heluka," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, Minggu.
Setelah diamankan, Iron Heluka mengakui bahwa ia telah bergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia, sejak Mei 2024. Pengakuan ini memberikan petunjuk penting mengenai struktur dan keanggotaan kelompok tersebut. KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia, diketahui beranggotakan sekitar 15 orang dan memiliki lima pucuk senjata laras panjang rakitan.
Dari lokasi penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Barang-barang tersebut meliputi sebuah handphone, tas noken berlogo bintang kejora, korek api, dan topi. Barang bukti ini diharapkan dapat mendukung proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan aksi kriminal yang melibatkan Iron Heluka.
Advertisement
Advertisement
Peran Iron Heluka dalam Aksi Kriminal Besar
Pemeriksaan awal terhadap Iron Heluka mengungkap keterlibatannya dalam beberapa aksi kriminal berskala besar di Yahukimo. Ia diidentifikasi sebagai pelaku utama dalam insiden pembakaran gedung Samsat Yahukimo. Aksi ini dilakukan bersama dua rekannya, JP dan RS, yang juga merupakan anggota KKB dari Kodap XVI Yahukimo.
Selain pembakaran gedung, Iron Heluka juga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap Bahar bin Saleh. Dalam insiden tersebut, ia berperan sebagai pengawas situasi di belakang kendaraan. Keterlibatan dalam berbagai kejahatan serius ini menunjukkan bahwa Iron Heluka bukan sekadar anggota biasa, melainkan memiliki peran signifikan dalam operasi KKB.
Penyidik terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini untuk memastikan sejauh mana keterlibatan Iron Heluka dalam jaringan KKB dan sejumlah aksi kriminal lainnya. "Penyidik masih melakukan pemeriksaan kepada Heluka untuk memastikan keterlibatannya dalam jaringan KKB dan sejumlah aksi kriminal yang terjadi di wilayah Yahukimo," tambah Brigjen Pol Faizal Rahmadani. Informasi yang didapat diharapkan dapat membantu mengungkap lebih banyak anggota KKB dan mencegah aksi kekerasan di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews