Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, secara tegas memprioritaskan pembangunan di wilayah-wilayah terjauh. Salah satu fokus utama adalah kawasan Mapattunggul Selatan yang membutuhkan perhatian khusus.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pemerataan pembangunan. Ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyatakan komitmen ini setelah melakukan kunjungan langsung. Kunjungan tersebut dilakukan ke Mapattunggul Selatan pada Minggu lalu.
Advertisement
Fokus pembangunan akan mencakup berbagai sektor penting. Ini meliputi pendidikan, UMKM, kesehatan, serta peningkatan akses jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Upaya ini menunjukkan keseriusan Pemkab Pasaman dalam mengatasi disparitas. Mereka ingin memastikan setiap warga Pasaman merasakan manfaat pembangunan.
Meskipun menghadapi tantangan, Pemkab bertekad untuk terus berjuang. Mereka akan mencari solusi terbaik demi kemajuan wilayah-wilayah terpencil.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Anggaran Pusat dan Komitmen Daerah
Bupati Welly Suhery menceritakan upaya awal Pemkab Pasaman. Mereka telah berjuang mendapatkan anggaran pembangunan dari pemerintah pusat. Pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) telah dilakukan. Ini untuk pembangunan akses di seluruh daerah, termasuk Mapattunggul Selatan.
Awalnya, pemerintah pusat telah memberikan komitmen kuat. Mereka akan mengakomodir pembangunan yang diajukan Pasaman. Namun, regulasi baru tiba-tiba muncul. Ini menyebabkan penundaan anggaran yang telah dijanjikan sebelumnya.
"Kami sudah perjuangkan ke pusat. Namun tiba-tiba regulasi berubah," ujar Welly Suhery. Meskipun ada perubahan regulasi, Pemkab Pasaman tetap berkomitmen penuh. Mereka akan terus memperjuangkan pembangunan di kawasan terjauh.
Advertisement
Komitmen ini juga mencakup pemberian layanan terbaik. Semua layanan ini ditujukan bagi masyarakat di daerah terpencil. Pemkab akan mencari berbagai skema pembiayaan.
Advertisement
Strategi Pembiayaan dan Sinergi Lintas Sektor
Upaya pembangunan ini akan dilakukan melalui berbagai sumber. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pasaman menjadi salah satu pilar utama. Pemkab juga akan terus menggaet dana dari pemerintah pusat.
Selain itu, koordinasi intensif akan dilakukan dengan lintas sektor. Sinergi ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif. Ini juga untuk menjangkau seluruh aspek yang dibutuhkan masyarakat.
Welly Suhery juga menjelaskan kondisi infrastruktur jalan. Di Mapattunggul Selatan, ada yang menjadi tanggung jawab kabupaten. Ada pula yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Advertisement
Meskipun demikian, Pemkab Pasaman akan fokus. Mereka akan membangun jalan pada ruas yang menjadi kewenangan daerah. Hal ini menunjukkan prioritas pada aksesibilitas lokal.
Advertisement
Keberhasilan Mendapatkan Dana Inpres untuk Aksesibilitas
Selain melalui DAK, Pemkab Pasaman juga berhasil mendapatkan anggaran. Anggaran ini berasal dari Dana Alokasi Khusus Fisik Dana Insentif Daerah (DAK Fisik DID). Dana ini sering disebut sebagai Dana Inpres.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang kuat. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Ruas Jalan Rumbai-Muaro Tais. Proyek ini sangat vital bagi konektivitas daerah.
Anggaran yang berhasil diakomodir untuk proyek ini mencapai sekitar Rp35 miliar. Jumlah ini menunjukkan besarnya komitmen. Ini juga merupakan bukti keberhasilan lobi Pemkab Pasaman.
Advertisement
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat membuka isolasi. Ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aksesibilitas yang lebih baik akan membawa dampak positif.
Sumber: AntaraNews