Kepolisian saat ini tengah memburu pelaku penjambretan sadis yang menyeret seorang wanita sejauh 50 meter di kawasan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden mengerikan ini terjadi pada Kamis (20/11) sekitar pukul 14.00 WIB, ketika korban bernama Sahara pulang berbelanja.
Korban dengan gigih mempertahankan kalung miliknya yang hendak dirampas oleh dua orang pelaku. Akibat perlawanan tersebut, Sahara terseret di jalanan sepanjang puluhan meter sebelum akhirnya pelaku melarikan diri tanpa berhasil membawa barang curian.
Menanggapi kejadian ini, jajaran Kepolisian Sektor Metro Penjaringan langsung bergerak cepat. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai petunjuk awal dalam mengidentifikasi para pelaku kejahatan.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penjambretan dan Perlawanan Korban
Aksi penjambretan ini bermula saat Sahara, korban, sedang berjalan pulang usai berbelanja di warung dekat rumahnya. Tiba-tiba, dua orang pria yang berboncengan sepeda motor berwarna putih mendekati korban dan mencoba menarik kalung emas yang dikenakannya.
Sahara, yang tidak ingin kehilangan perhiasan miliknya, spontan melakukan perlawanan. Ia berusaha sekuat tenaga mempertahankan kalungnya, meskipun para pelaku terus menariknya dengan paksa. Perlawanan ini menyebabkan korban terseret di aspal.
Korban terseret di jalanan sepanjang kurang lebih 50 meter akibat tarikan pelaku yang begitu kuat. Meskipun demikian, Sahara tetap tidak melepaskan kalungnya, hingga akhirnya kedua pelaku panik dan segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Kalung korban berhasil selamat.
Advertisement
Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong dari korban segera datang memberikan pertolongan. Sahara mengalami luka-luka akibat terseret di jalan, namun beruntung nyawanya selamat dan kalungnya tidak jadi dicuri oleh para jambret.
Advertisement
Upaya Polisi Memburu Pelaku Jambret
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya menyatakan bahwa pihaknya serius menangani kasus penjambretan di Penjaringan ini. Tim penyidik telah melakukan olah TKP pada Jumat (21/11) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
Selain itu, petugas juga telah berhasil mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, didapatkan informasi awal mengenai ciri-ciri pelaku, yaitu dua orang yang mengenakan pakaian gelap, topi, dan masker.
Meskipun nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku tidak terbaca jelas dalam rekaman CCTV, pihak kepolisian optimis dapat mengidentifikasi mereka. Petugas juga telah meminta korban untuk segera membuat laporan resmi guna memperkuat proses penyelidikan lebih lanjut.
Advertisement
AKBP Agus Ady Wijaya menambahkan, "Kasus ini masih kami dalami. Rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi bahan awal untuk mengidentifikasi pelaku." Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk segera menangkap para pelaku jambret yang meresahkan warga Penjaringan.
Sumber: AntaraNews