Pebasket Armando Fredik Jagiwar Kaize dipastikan tidak akan memperkuat Satria Muda Pertamina Bandung pada Indonesian Basketball League (IBL) musim 2026. Manajemen klub telah memutuskan untuk melepas pemain tersebut karena tidak masuk dalam rencana tim ke depan. Keputusan ini mengakhiri perjalanan Kaize bersama tim yang bermarkas di Bandung tersebut, setelah sempat kembali bergabung usai masa singkatnya bersama Tangerang Hawks Basketball.
Informasi mengenai dilepasnya Armando Kaize ini tercatat dalam laman resmi IBL, di mana namanya tidak tercantum dalam daftar pemain yang akan berlaga musim depan. Situasi ini mengharuskan Armando Kaize untuk mencari klub baru guna melanjutkan karier profesionalnya di kancah basket nasional. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai klub mana yang akan menjadi tujuan berikutnya bagi pebasket asal Merauke tersebut.
Perjalanan Armando Kaize di IBL memang penuh liku, dari harapan besar sebagai bigman masa depan hingga minimnya kesempatan bermain. Keputusan Satria Muda ini menjadi babak baru bagi kariernya, mendorongnya untuk menemukan lingkungan yang lebih kondusif untuk mengembangkan potensinya. Para penggemar basket tentu menantikan langkah selanjutnya dari Armando Kaize di liga basket Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Armando Kaize pernah digadang-gadang sebagai salah satu bigman masa depan Indonesia yang memiliki potensi besar. Namanya mulai mencuat saat ia menjadi bagian dari tim Indonesia Patriots pada IBL musim 2021. Pada musim tersebut, center muda ini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan di lapangan.
Selama enam pertandingan bersama Indonesia Patriots, Armando Kaize membukukan rata-rata 2,3 poin per laga (ppg) dan 4,5 rebound per laga (rpg). Statistik ini menunjukkan kemampuannya dalam menjaga area di bawah ring dan berkontribusi dalam perolehan bola. Potensi inilah yang kemudian menarik perhatian tim-tim besar IBL.
Satria Muda Pertamina Bandung kemudian merekrut Armando Kaize menjelang musim 2024, berharap ia bisa menjadi bagian penting dari skuad mereka. Namun, kesempatan bermainnya sangat terbatas di tim juara tersebut. Pada musim reguler 2024, ia hanya tampil dua kali dengan durasi rata-rata 2,5 menit per laga, serta mencatatkan 1,5 rpg.
Advertisement
Situasi semakin sulit bagi Armando Kaize ketika pada musim 2025 ia tidak mendapatkan menit bermain sama sekali. Minimnya kesempatan ini tentu menjadi tantangan besar bagi perkembangan kariernya sebagai pebasket profesional. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan manajemen Satria Muda.
Advertisement
Kesempatan untuk mendapatkan menit bermain sempat muncul ketika Tangerang Hawks Basketball mengundangnya untuk menjalani uji coba kemampuan. Uji coba ini dilakukan dalam ajang IBL All Indonesian 2025, sebuah turnamen yang khusus diikuti oleh pemain-pemain lokal. Ini menjadi harapan baru bagi Armando Kaize untuk membuktikan kemampuannya.
Namun, kontribusinya kembali terbatas selama di Tangerang Hawks. Armando Kaize hanya tampil dalam tiga dari enam pertandingan yang dimainkan tim tersebut. Dalam kesempatan itu, ia mencatatkan total dua poin, satu rebound, dan satu steal, dengan menit bermain tidak lebih dari tiga menit per laga. Performa ini belum cukup untuk mengamankan tempatnya di Hawks.
Setelah dilepas oleh Tangerang Hawks, Armando Kaize kembali ke Satria Muda untuk mencoba peruntungan terakhirnya. Ia berharap bisa mendapatkan kontrak baru dan kesempatan bermain yang lebih baik. Namun, pelatih Youbel Sondakh dan jajaran manajemen Satria Muda memutuskan tidak memberikan kontrak baru menjelang persiapan musim 2026.
Advertisement
Melalui keputusan ini, Armando Kaize harus kembali meninggalkan Bandung dan mencari peluang baru untuk melanjutkan kariernya di IBL. Masa depannya di liga basket Indonesia kini menjadi tanda tanya, dan ia harus berjuang lebih keras untuk menemukan klub yang tepat. Pencarian klub baru menjadi prioritas utama bagi pebasket ini.
Advertisement
Sementara itu, Satria Muda Pertamina Bandung baru saja meraih kesuksesan dengan menjuarai IBL All Indonesian 2025. Turnamen ini diselenggarakan di Solo pada bulan Agustus lalu, menunjukkan kekuatan tim di antara pemain-pemain lokal. Gelar ini menjadi modal penting bagi Satria Muda untuk menghadapi musim IBL 2026.
Tim yang dikenal sebagai pemegang cincin juara IBL terbanyak ini memiliki ambisi besar untuk kembali menjuarai liga. Salah satu strategi yang mereka terapkan adalah merombak komposisi pemain. Perombakan ini mencakup pemain lokal, naturalisasi, dan asing, demi membentuk tim yang lebih solid dan kompetitif. Keputusan melepas Armando Kaize merupakan bagian dari strategi ini.
Di sisi lain, masa depan Armando Kaize di IBL masih belum jelas. Ia kini berstatus free agent dan harus aktif mencari klub yang bersedia memberinya kesempatan bermain. Potensi yang pernah ia tunjukkan di Indonesia Patriots masih ada, namun ia membutuhkan platform yang tepat untuk mengembangkannya. Semoga Armando Kaize segera menemukan klub baru untuk melanjutkan kariernya di IBL.
Advertisement
Sumber: AntaraNews