Pemkot Madiun Pangkas Pohon Rawan Tumbang, Antisipasi Bencana Musim Hujan

Pemkot Madiun melalui Dinas Perkim gencar pangkas pohon rawan tumbang di sejumlah ruas jalan. Langkah ini diambil untuk antisipasi bencana saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Madiun Pangkas Pohon Rawan Tumbang, Antisipasi Bencana Musim Hujan
Pemkot Madiun melalui Dinas Perkim gencar pangkas pohon rawan tumbang di sejumlah ruas jalan. Langkah ini diambil untuk antisipasi bencana saat musim hujan dan cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi bencana pohon tumbang. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), pemangkasan dahan dan batang pohon dilakukan secara intensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko yang membahayakan masyarakat saat musim hujan tiba.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Ruang Terbuka Hijau, PJU, dan Pemakaman Dinas Perkim Kota Madiun, Andi Anto, menyatakan bahwa pemangkasan pohon menjadi agenda rutin. Petugas khusus diturunkan setiap hari untuk mengidentifikasi serta memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan roboh. Hal ini sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana alam.

Fokus utama kegiatan ini adalah mencegah insiden pohon tumbang akibat angin kencang dan cuaca ekstrem. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini. Pemkot Madiun berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan warga di ruang publik.

Dinas Perkim Kota Madiun secara konsisten melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon sebagai upaya mitigasi bencana. Tim khusus diterjunkan setiap hari untuk menyisir area-area yang berpotensi memiliki pohon rawan tumbang. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi Pemkot Madiun dalam menjaga lingkungan perkotaan tetap aman.

Beberapa lokasi telah diidentifikasi sebagai prioritas penanganan karena kondisi pohonnya. Kawasan seperti Jalan Ring Road, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Biliton, dan Jalan Kompol Sunaryo menjadi fokus utama. Pohon-pohon di area tersebut banyak yang berusia tua, berukuran besar, dan memiliki ranting yang menjulang tinggi.

Pemetaan risiko ini sangat penting untuk memastikan sumber daya terfokus pada titik-titik krusial. Dengan demikian, Pemkot Madiun dapat lebih efektif dalam mencegah insiden yang tidak diinginkan. Kegiatan pemangkasan pohon ini juga bertujuan untuk menjaga estetika kota.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya ini dengan melaporkan pohon yang berpotensi membahayakan. Laporan dapat disampaikan melalui kanal Awas 3 atau surat resmi ke kantor Disperkim. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim di lapangan.

Selain upaya rutin Pemkot Madiun dalam memangkas pohon, partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan. Andi Anto mengingatkan warga untuk tidak menancapkan paku atau menempelkan iklan pada batang pohon. Tindakan ini dapat merusak struktur internal pohon dan membuatnya menjadi rapuh.

Kerusakan yang disebabkan oleh paku atau iklan seringkali tidak terlihat dari luar, namun dapat membuat bagian dalam pohon keropos. Kondisi ini sangat berisiko tinggi bagi pengguna jalan, terutama saat terjadi angin kencang. Pohon yang terlihat kuat dari luar bisa saja tumbang sewaktu-waktu.

Kerja sama antara Disperkim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga terus diperkuat. Mereka mengimbau warga Kota Madiun untuk selalu waspada jika hujan deras disertai angin kencang dan petir. Angin kencang berpotensi merusak dan menumbangkan pohon, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan pohon yang terlihat miring, lapuk, atau berisiko tumbang. "Kalau ada pohon yang terlihat miring, lapuk, atau berisiko tumbang, segera laporkan kepada kami. Disperkim siap menindaklanjuti demi keselamatan bersama," tegas Andi Anto. Laporan cepat dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi